Bandara Sultan Hasanuddin

Bandara Sultan Hasanuddin Jadi 12 Gate, Sriwijaya Air: Kurangi Antrean Saat Boarding

Bandar Udara (Bandara) International Sultan Hasanuddin akan menambah gate menjadi 12.

Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN TIMUR.COM/SUKMAWATI IBRAHIM
District Manager (DM) Sriwijaya Air Makassar Fredy De Hart (kiri) dan President Director Jefferson Jauwena (kanan) di sela kegiatan travel agent dan media gathering di Panbakers Latimojong, Kamis (1232020) lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bandar Udara (Bandara) International Sultan Hasanuddin akan menambah gate menjadi 12.

Diketahui saat ini Bandara Sultan Hasanuddin memiliki enam gate.

District Manager (DM) Sriwijaya Air Makassar, Fredy De Hart menyambut antusias rencana PT Angkasa Pura I.

"Kami dari Sriwijaya Air Makassar tentu sangat antusias. Dengan adanya penambahan gate menjadi 12 gate tentu dari sisi boarding akan semakin lancar," katanya pada tribun-timur.com, Senin (28/9/2020).

Selain itu, penambahan menjadi 12 gate ini membuat maskapai memiliki banyak opsi.

"Paling tidak hal ini akan mengurangi antrian yah. Ini sangat bagus dan menjadi keunggulan dari Bandara Sultan Hasanuddin," ujarnya.

Mengenai fasilitas selama ini di Bandar Udara Sultan Hasanuddin dinilai Fredy sudah bagus.

"Jika terus ada pembenahan maka akan lebih bagus lagi," ucapnya.

Sementara itu, Stakeholder Relation Manager AP1, Iwan Risdianto mengatakan dengan akan ditambahnya menjadi 12 gate secara otomatis mengurai penumpang karena luasnya menjadi tiga kali dari eksisting.

"Tentunya kami berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat," ujarnya.

Terkait pengoperasian 12 gate, menurut Iwan, proyek pelebaran Bandara International Sultan Hasanuddin akan rampuang Oktober 2021.

"Untuk terminal penumpang bagian selatan rencana akan dioperasikan sekitar bulan Maret 2021 dan untuk full operasi baru bulan Oktober 2021," tuturnya.

Terkait penurunan penumpang sejak pandemi, Iwan membeberkan ada penurunan hingga 40 persen.

"Penurunan penumpang sejak covid-19 yaitu sekitar 30 sampai 40 persen dibanding sebelum covid
2019," bebernya.

Ia juga menegaskan, masyarakat tidak usah parno naik pesawat. Pasalnya, AP menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

"Pesawat pun sudah menggunakan alat yang namanya EVA untuk mengeluarkan udara kotor dari kabin dan memasukan udara bersih ke dalam kabin," jelasnya.

Tidak hanya itu, menurutnya bandara sudah dapat sertifikat aman dan nyaman untuk terbang.

"Harapan ke depan masyarakat kembali menggunakan pesawat sebagai alat transportasi dan dijamin aman dan nyaman untuk bepergian," tuturnya. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur @umhaconcit

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved