Breaking News:

Opini

Wasathiyyah, Pesan Alquran Mewujudkan Keadilan

Istilah wasathiyyah banyak dirujuk sebagai sebuah istilah yang diambil dari ayat tentang ummatan wasathan yang terdapat di dalam QS Al-Baqarah/2: 143.

Ist
M Affian Nasser Mahasiswa Pascasarjana UIN Alauddin Makassar 

Penulis: M Affian Nasser
(Mahasiswa Pascasarjana UIN Alauddin Makassar)

Istilah wasathiyyah banyak dirujuk sebagai sebuah istilah yang diambil dari ayat tentang ummatan wasathan yang terdapat di dalam QS Al-Baqarah/2: 143.

Wasathiyyah secara literal, merupakan sinonim dari adil (i’tidal) dan seimbang (tawazun).

Sinonim tersebut didapatkan dari konteks turunnya ayat tentang ummatan wasathan, sebagaimana dijelaskan oleh Al-Alusi dalam kitab tafsirnya Al-Ma’ani, bahwa ia memiliki kandungan makna terkait visi dalam penegakan keadilan dan kesetaraan.

Lebih jauh, pemilihan kata “nas” (manusia) dalam ayat tentang ummatanwasatahan yang tidak  secara spesifik menunjuk pada manusia jenis apa, di kelas sosial yang mana, berasal dari ras apa, dan apa agamanya, memberikan justifikasi tentang peranan kemanusiaan menyeluruh dan kesadaran sosial sebagai alat menuju keadilan.

Sehingga wasathiyyah menggiring pengertian bahwa agama tidak hanya berdimensi langit saja, tapi juga membumi pada dimensi realitas sosial antar sesama manusia.

Menurut Mohammad Hashim Kamali dalam bukunya The Middle Path of Moderation in Islam, berulangnya kata wasathiyyah dan sinonimnya sebagai gambaran prinsip akan sikap moderat menunjukkan kompleksitas pemaknaannya.

Namun, semua gambaran itu tetap mengarah pada prinsip keadilan (al-‘adalah), sebagaimana kata awsathuhum (yang paling moderat) yang terdapat di dalam QSAl-Qalam/68: 28, juga selalu  ditafsirkan sebagai a’daluhum (yang paling adil).

Karena secara kontesktual wasathiyyah adalah i’tidal dan tawazun, sedang kata tersebut melekat dengan kata yang lain yaitu umat dan mengetengahkan misi kekhalifahan, dalam artian bahwa memandang manusia sebagai makhluk sosial, maka prinsip tersebut sesungguhnya adalah jalan untuk mencapai keadilan.

Lalu keadilan bagaimana yang di maksud? Nah, konsep ummah terkait ayat ummatan wasathan menegaskan kesamaan posisi tidak hanya di hadapan Tuhan, tapi juga di hadapan antara manusia-manusia.

Halaman
123
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved