Prof Hamdan Juhanis Harap Alumni UIN Miliki Jati Diri
Acara wisuda dibagi dalam dua gelombang, gelombang pertama dilaksanakan Senin (21/9/2020)
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis meminta ke seluruh alumni UIN Alauddin untuk memiliki jati diri, serta menjadi sosok berkarakter.
Prof Hamdan mengatakan, jati diri yang kuat ditambah karakter dan integritas, akan membuat alumni diterima dengan baik di tengah masyarakat.
“Jadilah sosok berani berbuat dan berani bertanggungjawab, sosok rendah hati sehingga mampu diterima baik di tengah-tengah masyarakat setelah sekian tahun menempuh perjalanan akademik di UIN Alauddin Makassar,” pesan Prof Hamdan kepada wisudawan Angkatan 87 periode September gelombang kedua yang berlangsung di Sultan Alauddin Hotel and Convention, Rabu (23/9/2020).
UIN Alauddin memang baru saja melantik 881 wisudawan. Acara wisuda dibagi dalam dua gelombang, gelombang pertama dilaksanakan Senin (21/9/2020), semuanya dilaksanakan secara daring dan luring.
Wisuda ggelombang kedua terdiri dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 120 orang, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 130 orang, Fakultas Sains dan Teknologi 96 orang dan Program Pascasarjana 90 orang.
Prof Hamdan melanjutkan, dalam pesan-pesan Al-Jami’ahnya mengatakan, pelaksanaan wisuda daring memiliki hikmah luar biasa, apabila di masa sebelum pandemi, yang memindahkan tali jambul toga wisudawan adalah rektor, maka dalam wisuda daring yang melakukan itu adalah para orang tua.
“Kehadiran orang tua menjadi bukti atas kuasa anak-anaknya, orang tua menjadi bukti keberhasilan mereka dalam mendampingi, memandu, dan memastikan anak-anaknya dapat menyelesaikan studinya,” tutur Guru Besar Sosiologi UIN Alauddin tersebut.
Sebaliknya, Prof Hamdan melanjutkan, para alumni tidak menjadi sosok yang rendah diri, yang tidak memiliki kepercayaan diri sehingga membuatnya tidak bisa hidup dalam iklim kompetisi dan sulit memasuki dunia kolaborasi.
Tidakpula menjadi sosok yang angkuh dan arogan, karena menurutnya, tidak jarang produk-produk lembaga pendidikan mempraktekkan arogansi, khususnya arogansi intelektual.
“Orang yang sombong itu mempraktekkan bencana kemanusiaan, karena orang sombong sering egois, orang egois pasti ingin menang sendiri, orang yang selalu ingin menang sendiri tidak bisa bekerjasama, orang-orang seperti ini tidak bisa hidup di tengah masyarakat” tandas Rektor yang baru menjabat satu tahun itu.
Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof Muhammad Ali Ramadhani menyampaikan selamat atas keberhasilan para wisudawan dalam menyelasaikan studinya, beserta seluruh orang tua dan keluarga.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para dosen dan pegawai atas keikhlasan dan kesungguhannya dalam membimbing dan melayani para mahasiswa hingga dapat diswisuda.
Prof Muhammad Ali berpesan agar gelar akademik yang telah diraih para wisudawan dapat lebih memiliki makna dan fungsi daripada sekadar legitimasi dalam persoalan-persoalan formal.
Baginya, gelar itu akan memiliki makna dan fungsi yang luas jika para wisudawan dapat menampilkan sikap, perilaku dan akhlak yang menggambarkan kecendekiaan di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat.
“Bangunlah pribadi anda di atas landasan kebaikan, karena kebaikan adalah satu-satunya bentuk ilmu yang tak pernah menua, cerdas dalam berpikir, santun dalam bertindak, lugas dalm bekerja dan berani dalam kebenaran adalah ciri kecendekiaan yang sangat indah,” pungkas Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung tersebut.