Pegadaian
Transaksi Gadai Meningkat di Tengah Covid-19, Pegadaian Perketat Protokol Kesehatan
Seiring dengan merebaknya Covid-19, transaksi gadai pun kian meningkat di Pegadaian.
Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Seiring dengan merebaknya Covid-19, transaksi gadai pun kian meningkat di Pegadaian.
Hal tersebut mendasari Pegadaian Kanwil VI Makassar lebih memperketat lagi protokol pencegahan Covid-19 di semua outlet.
Pemimpin Pegadaian Kanwil VI Makassar, Alim Sutiono, Rabu (23/9/2020) menyampaikan, pihaknya konsisten menerapkan protokol pencegahan kesehatan di outlet apalagi pada jam tertentu dimana nasabah cukup ramai.
"Kapasitas ruang pelayanan kami kurangi, hanya 50 persen dari kapasitas ruangan yang tersedia. Nasabah yang ingin bertransaksi juga dilakukan pengecekan suhu tubuh menggunakan thermal gun, wajib menggunkan masker, mencuci tangan, dan tetap menjaga jarak," katanya.
Pantauan tribun-timur.com, loket tempat bertransaksi sudah dilengkapi dengan pembatas berupa akrilik atau plastik untuk mencegah adanya droplet yang mungkin terjatuh baik dari nasabah ataupun karyawan.
Alim menjelaskan, jika ada karyawan yang dinyatakan positif berdasarkan hasil PCR maka karyawan tersebut wajib untuk melakukan isolasi mandiri jika tidak menunjukkan gejala.
Sementara itu, jika bergejala akan dirujuk ke fasilitas kesehatan yang telah bekejasama.
Selanjutnya outlet atau kantor akan ditutup selama tiga hari untuk dilakukan sterilisasi.
"Kami senatiasa mengajak masyarakat untuk bertransaksi melalui Pegadaian Digital Service, namun kalaupun harus tetap datang ke outlet wajib untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku," tuturnya.
Humas IDI Kota Makassar, Dr Wahyudi Muchsin, menyampaikan tanggapan mengenai pelayanan di Pegadaian Wilayah Makassar.
"Untuk karyawan dan nasabah, saya harap tetap mematuhi protokol yang berlaku. Jangan abai, karena seperti yang kita ketahui bersama, wabah Covid-19 ini belum usai," katanya.
"Saya menganggap Pegadaian sebagai salah satu institusi yang paham betul mengenai bagaimana memberlakukan protokol kesehatan dengan baik dan benar, ini terbukti dengan kepedulian Pegadaian untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Makassar melalui pemberian bantuan APD, handsanitizer, dan masker kepada IDI dan masyarakat luas," tuturnya.
Sekadar informasi, sampai dengan 22 September 2020, outstanding loan Pegadaian Kanwil Makassar mencapai Rp 6,7 triliun, angka ini naik 25,79 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. (*)
Laporan Wartawan Tribun Timur @umhaconcit
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/suasana-penerapan-protokol-ketat-di-pegadaian.jpg)