Breaking News:

Prof Dwia-Suardi Saleh Sepakat Buka Kampus Unhas di Barru

Suardi Saleh menjelaskan, rencana mengembangkan pendidikan vokasi di Kabupaten Barru didorong oleh beberapa latar belakang.

Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/FAHRIZAL
Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Bupati Barru Suardi Saleh terkait pembukaan kelas vokasi, di Baruga Singkeru Ada’e, Kantor Bupati Barru, Rabu (23/9/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, BARRU - Setelah sebelumnya sepakat membuka kelas vokasi di Pinrang, Universitas Hasanuddin (Unhas) kini sepakat untuk membuka kelas vokasi di Kabupaten Barru.

Kelas Vokasi jenjang Diploma IV Jurusan Perikanan dan Peternakan akan segera dibuka setelah Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Bupati Barru Suardi Saleh, di Baruga Singkeru Ada’e, Kantor Bupati Barru, Rabu (23/9/2020).

Suardi Saleh menjelaskan, rencana mengembangkan pendidikan vokasi di Kabupaten Barru didorong oleh beberapa latar belakang.

Selain karena gagasan ini tertuang dalam visi misi pemerintahannya, juga karena melihat potensi daerah yang dimiliki Kabupaten Barru.

“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang. MoU ini dalam rangka meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di Barru, akan memberi kesempatan kepada masyarakat Barru untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi terbesar di Indonesia Timur,” kata Suardi.

Menurutnya, banyak anak-anak Barru yang mampu secara akademik, namun terkendala dari aspek ekonomi. Mereka tidak bisa meninggalkan daerah karena keterbatasan biaya, sehingga dengan langkah ini, diharapkan akan memberi akses lebih luas untuk mengenyam pendidikan tinggi.

“Kabupaten Barru ini mempunyai potensi perikanan dan peternakan yang besar. Daerah kami memiliki pantai sepanjang 78 kilometer, yang memanjang beriringan dengan jalan provinsi. Jadi akses pemasaran lebih mudah. Di sepanjang jalan, terdapat 11 pembibitan benih perikanan dan udang (hitchery) besar. Potensi tambak mencapai 2.500 hektar. Ini semua butuh teknologi dan SDM untuk dikembangkan. Maka kehadiran Unhas kami harapkan menjadi solusi,” kata Suardi.

Sementara Rektor Unhas mengapresiasi kepercayaan Pemerintah Kabupaten Barru. Menurut Prof Dwia, Unhas yang kini memasuki usia ke-64 tahun semakin berkomitmen memberi peluang dan ruang lebih luas bagi putra daerah. Kerja sama seperti ini menjadi cara yang dapat ditempuh Unhas.

“Setiap tahun, kami selalu terkendala memberi ruang lebih banyak bagi putra daerah, karena batasan daya tampung. Tahun ini, kami hanya dapat menerima sekitar 10 persen dari seluruh pendaftar dan peminat Unhas. Selain itu, Unhas ingin memberi kontribusi nyata dan langsung bagi pembangunan ekonomi daerah,” kata Prof Dwia.

Ia melanjutkan, kehadiran Unhas di Barru bukan hal baru, sebab jauh sebelum Unhas membuka kampus dan kerja sama di daerah lain, Kabupaten Barru merupakan wilayah pertama Unhas membuka kampus lapangan.

“Saya ingat betul, waktu itu saya masih Wakil Rektor IV. Kita membuka kampus lapangan Unhas itu di Barru, yang menjadi tempat praktek lapang teknik geologi. Selain itu, empang Unhas yang menjadi tempat pengembangan riset perikanan juga ada di Bojo, wilayah Barru. Sehingga tidak berlebihan jika melalui MoU ini kita mewujudkan Kampus Unhas Barru,” kata Prof Dwia.

Penandatanganan MoU ini turut dihadiri Wakil Bupati Barru, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Barru, Wakil Rektor Bidang Akademik Unhas, Dekan Fakultas Peternakan Unhas, para Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan.

Hadir juga Direktur Komunikasi Unhas, Direktur Inovasi dan Kewirausahaan Unhas, dan sejumlah Kepala Dinas lingkup Pemerintah Kabupaten Barru.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved