Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tenaga Kesehatan Covid RSUD Sinjai Bagi-bagi Uang

Para nakes menerima insentif sebagai petugas covid di RSUD dengan nilai Rp 15 juta hingga Rp 20 juta lebih.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/SAMSUL BAHRI
Bidan Ponek, Mawartina berbincang dengan rekannya 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Tenaga kesehatan dan dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai, Sulawesi Selatan, membagikan uang jasa insentif covid-19 yang diterimanya ke nakes lain yang tak mendapatkan insentif petugas covid-19 ini.

Para nakes menerima insentif sebagai petugas covid di RSUD dengan nilai Rp 15 juta hingga Rp 20 juta lebih.

Salah seorang nakes di RSUD Sinjai, Mawartina mengungkapkan bahwa mereka memberikan sebagian dari insentif tersebut ke tenaga kesehatan lainnya termasuk ke sopir, cleaning service dan satpam sebab tidak menerima insentif ini.

" Kami bersama teman-teman nakes dan medis penerima insentif covid memberikan sebagian dari pendapatan itu ke mereka," kata salah seorang bidan di Bagian Ponek, Mawartina, Selasa (22/9/2020).

Ia mengungkap bahwa merasa empati terhadap sejumlah petugas lainnya yang ikut turut membantu petugas nakes dan medis covid. Sebab mereka tak menerima insentif seperti mereka.

Aksi Mawartina itu, diikuti sejumlah petugas kesehatan dan medis lainnya dengan ikut memberikan sebagian insentif tersebut.

Mawartina sendiri menerima jasa covid sebesar Rp 15 juta yang terhitung dari Maret, April, Mei dan diterima pada Juli lalu.

Dan ada juga tenaga kesehatan menerima diatas Rp 20 juta per orang. Mawartina memberikan insentif sebesar Rp 1,5 juta ke para petugas nakes lain. Demikan pula para nakes penerima insentif lainnya ikut memberikan ke petugas nakes lain.

Mereka mengungkap bahwa aksi itu bukan perintah dari pimpinan di RSUD Sinjai. Melainkan inisiatif mereka bersama sebagai bentuk empati ke nakes lain yang ikut membantu merawat petugas covid di tempat itu.

Belakangan, manajmen RSUD Sinjai menuai sorotan dari netizen. Aksi para nakes itu diduga atas permintaan manajmen RSUD Sinjai.

Dugaan itu dibantah Dirut RSUD Sinjai Anis Kahar. " Tidak ada campur tangan kami di manajmen tetapi atas inisiatif mereka," jelasnya.

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved