Tribun Sinjai
Sampah Bertebaran di Jalan Poros, Founder Klik Hijau: Masyarakat dan Pemerintah Harus Peduli
Keduanya berada di Desa Salohe, Kecamatan Sinjai Timur dan Desa Alenangka, Kecamatan Sinjai Selatan, Jl Poros Nasional Sinjai-Bulukumba.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sudirman
TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA- Sampah bertebaran di dua tempat di dua desa Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Keduanya berada di Desa Salohe, Kecamatan Sinjai Timur dan Desa Alenangka, Kecamatan Sinjai Selatan, Jl Poros Nasional Sinjai-Bulukumba.
Sampah bertebaran di atas bahu jalan tersebut tampak jorok dan mengeluarkan bau menyengat.
" Sampah-sampah itu dibuang oleh oknum warga di bahu jalan. Akibatnya menjadikan pemandangan jorok dan bau tidak sedap," kata Ahmad salah seorang pengendara yang mengaku setiap hari melintas, Senin (21/9/2020).
Aksi masyarakat buang sampah di bahu jalan itu mulai tahun 2019 lalu hingga saat ini.
Pantauan TribunSinjai.com, khusus di Lappacilama, Desa Alenangka, sampah-sampah dibuang masyarakat di saluran air di desa itu, dan sebagian masyarakat Kelurahan Sangiasseri lalu terbawa arus air drainase dan menumpuk di atas badan jalan.
Sebagian pula ada oknum warga yang sengaja membuang sampah di tempat tersebut.
Sedang di Desa Salohe, sampah-sampah itu sengaja dibuang oleh oknum masyarakat.
Terpisah Founder Klik Hijau Sulsel, Anis Kurniawan menyikapi aksi oknum masyarakat yang tidak disiplin membuang sampah di Sinjai.
Ia mengajak masyarakat bersama pemerintah untuk saling bersinergi menjaga lingkungan dari sampah.
" Momen World Cleaning Day memberi pesan kebermaknaan yang kuat tentang pentingnya peran setiap individu dalam kebersihan lingkungan. Budaya bersih harus dimulai dari diri sendiri, dari rumah, keluarga dan lingkungan terdekat," kata
Founder Klik Hijau, Anis Kurniawan.
WCD juga memberi pesan bahwa Indonesia sedang dalam darurat sampah plastik.
Bila tak ada gerakan massif, Indonesia bisa tenggelam karena sampah. Pesan WCD adalah memulai mengubah perilaku dan minset mengelola sampah.
Pasca WCD, pemerintah atau pihak terkait harus menjemput sampah yg dikumpulkan komunitas. Itu satu bentuk sinergi antar swasta, komunitas dan pemerintah di momen WCD, harapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sampah-di-bahu-jalan-raya-nasional-tepatnya-di-desa-alenangka.jpg)