Breaking News:

Tribun Soppeng

Khawatirkan Klaster Calon Kepala Daerah, Pengamat Hukum Tata Negara Soppeng Sarankan Pilkada Ditunda

Pengamat hukum tata negara, Rusdianto Sudirman meminta agar pemerintah mempertimbangkan kembali menunda Pilkada 9 Desember mendatang.

Khawatirkan Klaster Calon Kepala Daerah, Pengamat Hukum Tata Negara Soppeng Sarankan Pilkada Ditunda
Handover
Rusdianto

TRIBUN-TIMUR.COM,SOPPENG - Ketua KPU RI Arief Budiman dan Ketua KPU Sulsel Faisal Amir, dinyatakan positif corona.

Pengamat hukum tata negara, Rusdianto Sudirman meminta agar pemerintah mempertimbangkan kembali menunda Pilkada 9 Desember mendatang.

"Pilkada sebaiknya ditunda, karena penyebaran covid 19 semakin tidak terkendali, dan sekarang Ketua KPU RI yang terpapar," ujar Rusdianto Sudirman dalam rilsinya, Sabtu (19/9/2020).

Hal ini akan mengancam keselamatan penyelenggara di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Apalagi Ketua KPU Arief Budiman sempat berkunjung ke beberapa daerah termasuk Makassar (Sulawesi Selatan) dalam rangka koordinasi Pilkada 2020.

"Saat di Makassar ketua KPU sempat ke Universitas Hasanuddin, dan melakukan kordinasi dengan jajaran KPU Kabupaten/Kota yang akan melaksanakan Pilkada di Sulsel,"ujarnya.

Tentu semua Komisioner KPUD yang pernah melakukan kontak fisik dengan harus di uji swab, ini demi keselamatan para penyelenggara ditingkat bawah nantinya.

"Jangan sampai klaster baru khusus penyelenggara semakin menyebar, hingga akhirnya mengancam seluruh masyarakat yang mempunyai hak pilih di TPS nantinya" tegas Rusdianto

Bukan hanya klaster penyelenggara,tetapi juga klaster calon kepala daerah.

Apalagi berdasarkan data rekap pendaftaran pasangan calon Pilkada 2020 tanggal 4-6 September 2020 yang dikeluarkan KPU RI, terdapat 728 bakal pasangan calon yang sudah terdaftar dan telah diterima.

Halaman
12
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved