Breaking News:

Tribuners Memilih

Pilkada 2020 - Ini Hal Baru yang Mesti Dilakukan Saat di Tempat Pemungutan Suara

KPU Republik Indonesia, Pramono Ubaid Tanthowi memaparkan 9 hal baru di Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat Pilkada 2020 mendatang.

Unhas
Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi saat menjadi narasumber pada seminar nasional Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Kota Makassar, Selasa (15/9/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, Pramono Ubaid Tanthowi memaparkan 9 hal baru di Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat Pilkada 2020 mendatang.

Itu disampaikannya pada seminar nasional Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Kota Makassar dengan tema 'Wujudkan Pilkada Serentak 2020 yang Berkualitas dan berintegritas Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru'.

Kegiatan itu digelar ruang senat akademik Unhas lt. 2 dan melalui virtual zoom serta disiarkan langsung melalui YouTube FISIP Unhas, Selasa (15/9/2020).

Hal baru tersebut diantaranya menyoal jumlah pemilih di suatu TPS.

"Jumlah pemilih maksimal dari 800 orang kita kurangi jadi maksimal 500 orang," ujarnya.

Pengaturan kedatangan waktu pemilih, kata dia juga diatur oleh KPU.

"Jadi pemilih kita atur, pemilih dari nomor sekian sampai sekian kedatangannya kita sesuaikan dengan jam-nya," katanya.

Dirinya menyebut bahwa kebiasaan pemilih yakni semua datang di pagi hari. Sehingga di waktu terakhir, kata dia, TPS sudah sepi.

Tetapi dengan pengaturan itu, kata dia, semua terbagi rata.

Meskipun demikian, dirinya tidak bisa memaksa pemilih untuk datang di waktu yang ditetapkan.

Halaman
12
Editor: Suryana Anas
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved