Breaking News:

Tribun Sinjai

Petani di Sinjai Desak Pemerintah Beri Asuransi Gagal Panen

Petani di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan meminta Pemkab menyiapkan asuransi bagi petani yang gagal panen.

TRIBUN-TIMUR.COM/SYAMSUL BAHRI
Seorang petani jadikan padinya sebagai pakan ternak karena gagal panen akibat kemarau 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI SELATAN- Petani di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan meminta Pemkab menyiapkan asuransi bagi petani yang gagal panen.

Sejumlah petani di daerah itu mengalami gagal panen karena tanaman padinya terkena kemarau.

Para petani itu terdapat di Kelurahan Sangiasseri, Desa Palangka dan Desa Gareccing.

Sebagian besar tanaman padi warga hangus dan gagal dipanen akibat kemarau.

Ada yang menurun hasil panennya hingga tanaman padi gagal dipanen dan dijadikan pakan ternak sapi.

"Kita minta pemerintah di Sinjai bantu petani asuransi tani khusus yang gagal panen," kata Bahar salah seorang petani di Sangiasserri, Selasa (15/9/2020).

Ia mengungkap bahwa saat ini masih banyak petani yang tidak tahu syarat dapatkan asuransi tani khusus gagal panen.

Tanaman padi warga dipilih dijadikan pakan ternak ketimbang dibiarkan hangus tak dimanfaatkan.

Sebab sapi salah satunya investasi yang bisa menopang perekonomian petani di tengah pandemi covid-19.

Terkait desakan warga tersebut Kepala Dinas Pertanian Sinjai, Marwatiah mengenai cara mendapatkan asuransi tani.

"Mendaftar pada awal pertanaman dengan membayar premi Rp 36 ribu per hektar per MT," kata Marwartiah.

Hanya saja ia tak menjelaskan petani harus mendaftar ke instansi mana untuk mendapatkan asuransi tersebut.

Di tempat terpisah, Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menanggapi kekeringan dan gagal panen di Sinjai menyarankan petani untuk mengasuransikan padinya yang gagal panen. Pernyataan itu dikutip Tribun di Kompas.com (*)

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved