Breaking News:

Hasbiah Mengenang 16 Hari Kematian Anjas, Pemuda Barukang yang Tewas Ditembak Polisi

Terlebih saat foto putra ketiganya dari sembilan bersaudara itu dibawa oleh putri sulungnya, Sriwahyuni (30).

TRIBUN TIMUR/MUSLIMIN EMBA
Hasbiah (45) ibu almarhum Anjas korban penembakan di Jl Barukang, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, ditemui Selasa (15/9/2020) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - 16 hari sudah kepergian Anjasmara alias Anjas (24), korban penembakan di Jl Barukang, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Minggu 30 Agustus 2020.

Kepergiannya masih menyisahkan duka mendalam bagi keluarga. Terlebih bagi ibu yang mengandungnya selama sembilan bulan, Hasbiah (45).

Raut wajah sedih Hasbiah tidak dapat ia sembunyikan saat disambangi tim kuasa hukum dari LBH Makassar, Selasa (15/9/2020) sore.

Terlebih saat foto putra ketiganya dari sembilan bersaudara itu dibawa oleh putri sulungnya, Sriwahyuni (30).

Mata Hasbiah sontak berkaca-kaca menatapi foto Anjas yang melempar senyum.

Ia seolah tidak menyangka putra yang kerap membawa ikan kala pulang bekerja di Pelabuhan Paotere itu, meninggal dunia dengan kondisi tertembak.

"Itu kalau lewatka di situ lokasi penembakannya anakku (Anjas) biasa menangiska lagi. Kodong anakku...," ucap Hasbiah menatapi foto putranya.

Banyak kenangan yang tidak bisa Hasbiah lupakan dari sosok Anjas yang dikenal ramah dan penyabar.

"Itu kalau pulangmi dari Lelong (Pelelangan Ikan Paotere) biasa bawami ikan, biasa juga nakasihka uangnya hasil angkat-angkat gabus," ujarnya.

Anjas yang sedari kecil kerap bermain di Pelabuhan Paotere, membuatnya tidak asing dengan aktivitas bongkar muat ikan hasil melaut para nelayan.

Halaman
1234
Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved