Breaking News:

Tribun Bantaeng

Dilapor ke Polisi, Begini Kronologi Kades Aniaya ASN di Bantaeng

Peristiwa penganiayaan bermula saat Rahmawati dipanggil oleh kepala desa, untuk melakukan mediasi dengan saudara laki-lakinya terkait masalah jual

Kompas.com/Shutterstock
Ilustrasi penganiayaan 

TRIBUNABANTAENG.COM, BANTAENG - Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bantaeng, Rahmawati (47) melaporkan salah satu oknum kepada desa karena kasus penganiayaan, Senin (14/9/2020).

Kasus penganiayaan yang ia alami karena persoalan jual beli tanah di Bantaeng.

Peristiwa penganiayaan bermula saat Rahmawati dipanggil oleh kepala desa, untuk melakukan mediasi dengan saudara laki-lakinya terkait masalah jual beli tanah warisan.

Dalam masalah jual beli tanah tersebut, kepala desa selaku pembeli.

"Dia memanggil untuk mediasi sama kakak tapi kakak tidak ada, nanti sore katanya baru datang," jelasnya, Selasa (15/9/2020).

Setelah tiba di Kantor Desa, dia menemui salah satu staf desa untuk menanyakan keberadaan pak desa.

Setelah dipanggil kepala desa sempat keluar, namun kembali lagi ke ruangannya setelah melihat Rahmawati.

Setelah lama menunggu di lantai bawah, dia putuskan untuk menemui pak Kades di lantai dua dan duduk di ruang tamu.

Pada saat ketemu, Rahmawati menanyakan kepada Kades selaku pembeli, alasan membeli tanah itu tanpa sepengetahuan Rahmawati.

Sebab, dia juga berhak atas tanah itu karena salah satu ahli waris.

Halaman
12
Penulis: Achmad Nasution
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved