Breaking News:

Kementan

Upaya Barantan Memperkuat Sarana Perkarantinaan Berbuah Manis, DPR Setuju

Pada rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta yang dihadiri oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo

Editor: Edi Sumardi
DOK KEMENTAN RI
Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pada rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta yang dihadiri oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, Senin (14/9/2020), disetujui penambahan anggaran untuk melengkapi sarana perkarantinaan guna memperkuat tugas dan fungsi Badan Karantina Pertanian.

Dengan anggaran sebesar Rp 1,1 triliun atau meningkat 22 persen dibandingkan tahun 2020 yang hanya sebesar Rp 906,5 miliar, nantinya akan digunakan untuk pembelian sarana perkarantinaan.

Yakni masing-masing adalah alat pembakaran sampah dengan suhu tinggi atau incinerator, alat pemindai media pembawa dengan gelombang elektromagnetik atau X-ray, dan pengembangan teknologi biosensor.

“’Pintu keluar dan masuk komoditas pertanian harus dapat berfungsi lebih maksimal. Sehingga seluruh produk pertanian yang dilalulintaskan dalam kondisi sehat dan aman dengan pengawasan yang ketat,” kata Mentan, Syahrul Yasin Limpo atau akrab disapa SYL.

Demikian siaran pers Kementerian Pertanian atau Kementan kepada Tribun-Timur.com.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil yang turut hadir dan mendampingi Mentan SYL menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada pihaknya.

Mentan Syahrul Yasin Limpo Jabarkan Peningkatan Kesejahteraan dan Ekspor Pertanian di DPR

Saat ini dengan perkembangan perdagangan dan perkarantinaan di dunia diperlukan dukungan penuh untuk perlindungan sumber daya alam hayati tanah air.

“Ke depan dengan perlengkapan incinerator yang memadai tindakan pemusnahan hewan dan tumbuhan yang berbahaya dapat dilakukan dengan lebih baik," kata Ali Jamil.

Masih menurut Ali Jamil, alat pemindai X-ray juga sangat dibutuhkan khususnya pada unit kerja dengan lalu lintas yang tinggi.

Dengan perlengkapan canggih ini diharapkan tidak ada lagi hewan dan tumbuhan baik yang dilalulintaskan antararea maupun yang impor dapat masuk kecuali telah memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan perkarantinaan, tambahnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved