Breaking News:

Tidak Punya Anggaran Cetak KTP, Disdukcapil Bantaeng Ngutang

Dana itu tak ada karena biaya pembuatan KTP tidak dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020

TRIBUN TIMUR/ACHMAD NASUTION
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bantaeng, Ali Imran. 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bantaeng, Sulawesi-selatan tidak mempunyai dana untuk membiayai pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Dana itu tak ada karena biaya pembuatan KTP tidak dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 oleh pejabat pengelola keuangan daerah Kabupaten Bantaeng.

Padahal pembuatan KTP merupakan kebutuhan warga yang harus selalu di penuhi.

Agar itu terpenuhi, dengan terpaksa Disdukcapil Bantaeng harus ngutang kebutuhan pembuatan KTP.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Disdukcapil Bantaeng, Ali Imran.

"Ini perlu tinta namanya rebon ada filmnya lagi, kemudian ada pembersihan itu semua butuh dana besar, sementara kita tidak ada dana jadi kita ngutang sementara barangnya ada di Jakarta semua," kata Ali Imran kepada TribunBantaeng.com, Senin, (14/9/2020).

Apa yang dilakukan semata-mata demi memenuhi kebutuhan warga. apabila mengandalkan anggaran datang, pembuatan KTP tidak bisa dilaksanakan.

Lebih parahnya lagi, kata Imran, barang yang dibutuhkan dipinjam dari kabupaten lain. Beruntung beberapa pegawai melakukan komunikasi dengan baik.

"Jadi kalau kami mengharapkan anggaran dari DPA kami tidak jalan karena memang dari awal tidak disiapkan itu. Malah pinjam juga di Kabupaten lain untung komunikasi teman-teman ini agak bagus," ujarnya.

Olehnya itu, diharapkan anggaran pembuatan KTP dimasukkan dalam perubahan APBD tahun 2020.

Halaman
12
Penulis: Achmad Nasution
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved