Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Takalar

Pupuk Urea Bersubsidi Habis, Dinas Pertanian Takalar Minta Tambahan Kuota

Pandemi virus Covid-19 yang berlangsung sejak lima bulan terakhir juga berdampak pada sektor pertanian.

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Suryana Anas
Pemkab Takalar
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kabupaten Takalar mengecek stok pupuk di gudang beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-TAKALAR.COM, PATTALLASSANG -- Pandemi virus Covid-19 yang berlangsung sejak lima bulan terakhir juga berdampak pada sektor pertanian.

Para petani harus mengelus dada karena pemerintah pusat mengurangi kuota pupuk bersubsidi di seluruh daerah yang selama ini menjadi andalan para petani.

Khusus untuk Kabupaten Takalar pada tahun 2019 yang lalu mendapat kuota pupuk urea bersubsidi sebanyak 12.144 ton.

Namun pada tahun 2020 ini hanya sebanyak 9.532 ton atau berkurang 2612 ton.

Efeknya, pada musim tanam bulan September ini pupuk urea bersubsidi telah habis.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kabupaten Takalar Hasbi, menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan antisipasi kehabisan stok pupuk bersubsidi ini sejak bulan Juli yang lalu.

Namun, hingga kondisi stok benar-benar habis pada bulan September ini belum juga ada tambahan kuota pupuk dari Kementrian Pertanian.

"Sejak bulan Juli kita di Dinas Pertanian sudah bersurat meminta tambahan kuota sebagaimana kabupaten /kota lain yang sudah lama kehabisan," katanya, Senin (14/9/2020).

Hasbi melanjutkan, untuk bulan September kuota pupuk urea subsidi khususnya urea untuk Takalar juga sudah habis.

"Maka dari itu kami berharap Kementan segera memperjuangkan tambahan kuota untuk Sulsel," ujar Hasbi.

Desakan Dinas Pertanian untuk supply kuota tambahan pupuk urea bersubsidi ini berdasar pada kondisi petani Takalar.

Para petani Takalar saat ini sebagian besar telah melakukan penanaman kembali pasca musim panen bulan lalu.

Hal ini dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap hasil produksi petani yang menurun bahkan terancam gagal panen.

Sembari menunggu kuota pupuk urea bersubsidi dari pemerintah, Kadis Pertanian meminta seluruh petani di Takalar untuk menggunakan pupuk organik atau menggunakan pupuk non subsidi.

"Jadi, kita kembali menggunakan pupuk organik sambil menunggu kuota tambahan. Ini sekaligus bisa memperbaiki kembali struktur tanah dan unsur hara dalam tanah," pungkasnya.

Laporan Kontributor TribunGowa.com @bungari95

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved