Breaking News:

Tilep Dana Bibit Kelapa SawitRp 2,2 M, Eks Kadisbun Pasangkayu Sulbar Ditahan Polisi

Penahanan tersebut terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bibit unggul kelapa sawit pada Dinas Perkebunan Sulbar 2013.

Ist
Reskrim Polres Pasangkayu rilis pengungkapan kasus korupsi pengadaan bibit sawit unggul yang melibatkan mantan Kadis Perkebunan Kabupaten Pasangkayu 

TRIBUN-TIMUR.COM - Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Pasangkayu resmi menahan mantan Kadis Perkebunan (Kadisbun) Kabupaten Pasangkayu berinisial SP.

Penahanan tersebut terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bibit unggul kelapa sawit pada Dinas Perkebunan Sulawesi Barat 2013.

Wakapolres Pasangkayu Kompol Ade Chandra dalam keterangan persnya menjelaskan, Dinas Perkebunan Sulbar melaksanakan pengadaan bibit kelapa sawit kegiatan bibit unggul dengan anggaran Rp 2,2 miliar bersumber dari APBD perubahan 2013.

"Pada tahap pelaksanaan pekerjaan tersebut, tidak dilaksanakan sesuai juknis dan penyaluran bibit kelapa sawit tidak sesuai kontrak, yang harusnya penyaluran 44.720 batang kepada penerima namun hanya direalisasikan sebanyak 17.890 batang kepada kelompok tani untuk Kabupaten Pasangkayu," jelas Ade Chandra kepada wartawan di Polres Pasangkayu.

Kasat Reskrim AKP Pandu Arief Setiawan menambahkan, tersangka SP melakukan perbuatan menyalahgunakan wewenang mulai dari proses penentuan pemenang lelang, proses pencairan yang tidak sesuai mekanisme dan tidak melakukan pengawasan ketika kegiatan pengadaan dilaksanakan.

Dalam kasus tersebut, polisi juga menahan empat tersangka lainnya yakni HS (48), HM (43), AP (55) dan MI (40 th).

"Kelima tersangka secara bersama-sama sesuai peran masing-masing melakukan perbuatan melawan hukum mulai tahap perencanaan, penentuan pemenang lelang, pencairan dana, pelaksanaan pengadaan, sampai tahap pengawasan yang tidak dilaksanakan," terang AKP Pandu.

Akibat perbuatan kelima tersangka, negara dirugikan Rp912 juta sesuai hasil audit perhitungan kerugian negara BPKP Perwakilan Sulbar

Adapun barang bukti yang disita polisi dalam kasus tersebut adalah uang Rp40 juta, beberapa dokumen, surat kuasa, buku tabungan milik tersangka, Rekening koran dan SK pejabat yang terkait kegiatan.

“Untuk kelima tersangka dijerat pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman penjara seumur hidup atau paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar," terang AKP Pandu.(*)

Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved