Update Corona Maros
Hari Ini Ada 9 Tambahan Kasus Positif Covid di Maros
Kedua, perempuan 36 tahun, asal Jl. Pasar Ikan, Kelurahan Alliritengae, Kecamatan Turikale, dan melakukan isolasi di Hotel.
Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNMAROS.COM, TURIKALE - Kasus Covid-19 di kabupaten Maros terus meningkat. Dikonfirmasi ada 9 tambahan kasus Covid-19 di Maros.
Pasien pertama, perempuan 20 tahun, asap Lingkungan Marusu, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Maros Baru, dan melakukan isolasi mandiri di rumah.
Kedua, perempuan 36 tahun, asal Jl. Pasar Ikan, Kelurahan Alliritengae, Kecamatan Turikale, dan melakukan isolasi di Hotel.
Ketiga, perempuan 53 tahun, asal Lingkungan Tumalia, Kelurahan Adatongang, Kecamayan Turikale, dan melakukan isolasi mandiri di rumah.
Keempat, laki-laki 16 tahun, asal Lingkungan Tumalia, Kelurahan Adatongang, Kecamatan Turikale, dan melakukan isolasi mandiri di rumah.
Kelima, perempuan 20 tahun, asal Lingkungan Tumalia, Kelurahan Adatongang, Kecamatan Turikale, dan melakukan isolasi mandiri di rumah.
Keenam, perempuan 20 tahun, asao Lingkungan Tumalia, Kelurahan Adatongang, Kecamatan Turikale, dan melakukan isolasi mandiri di rumah.
Ketujuh, lakiaki 24 tahun, asal BTN Haji Banca Blok M, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, dan melakukan isolasi mandiri di rumah.
Kedelapan, perempuan 62 tahun, asal BTN Haji Banca Blok M, Keluraha Bontoa, Kecamatan Mandai, dan melakukan isolasi mandiri di rumah.
Kesembilan, laki-laki 22 tahun, asal BTN Haji Banca Blok M, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, dan melakukan isolasi mandiri di rumah.
"Ada 9 tambahan kasus baru, dinyatakan positif tadi malam melalui uji swab," ujar Juru Bicara Penanganan Covid-19 Maros, dr Syarifuddin, Minggu (13/9/2020).
Ia menjelaskan, hampir semua tertular dari klaster keluarga.
"Namun jika dibandingkan dengan angka kesembuhan, kasus corona di Maros sudah melandai," jelasnya
Dari 512 kasus, 456 diantaranya sudah dinyatakan sembuh. Dengan rincian, 45 konfirmasi aktif, 7 simptomatik (bergelajah), 38 asimptomatik (tidak bergejalah), dan 11 meninggal.
Ia pun mengimbau agar masyarakat tetap tenang, taat, dan mengikuti edaran dan imbauan pemerintah untuk selalu jaga jarak, tidak berkumpul, memakai masker dan yang paling penting tidak bepergian ke daerah terjangkit.
Serta melaporkan jika ada keluarga atau warga yang baru tiba dari daerah terjangkit untuk diperiksa.
"Yang pasti bahwa Covid -19 bukan penyakit aib, tetapi penyakit menular yang harus kita hadapi secara bersama-sama. Pemerintah tentu tidak dapat berbuat apa-apa tanpa dukungan dan kerjasama dari seluruh masyarakat untuk mencegah dan mengatasi pandemik ini," tutupnya