Tribun Bantaeng

Pasar di Tanah Loe Tak Kunjung Difungsikan, Begini Penjelasan Kadis Perdagangan Bantaeng

GMNI sempat melakukan aksi unjuk rasa karena sejak selesai dibangun Desember 2019 sampai saat ini belum difungsikan.

Penulis: Achmad Nasution | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/ACHMAD NASUTION
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, Meyriani Madjid 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Pasar di Kelurahan Tanah Loe, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng, tak kunjung difungsikan mendapat protes dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bantaeng.

GMNI sempat melakukan aksi unjuk rasa karena sejak selesai dibangun Desember 2019 sampai saat ini belum difungsikan.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, Meyriani Madjid mengatakan, saat ini proses untuk mengfungsikan pasar sudah berjalan.

Sementara sedang dilakukan pendaftaran calon pedagang yang akan mengisi pasar itu.

"Sekarang sementara proses pendaftaran calon pedagang, sekarang laporan pak lurah sudah ada pendaftar sebanyak 30 orang," kata Meyriani, kepada TribunBantaeng.com, Rabu, (9/9/2020).

Menurutnya, pasar tersebut dibangun tahun 2019 dan selesai pengerjaan bulan Desember 2019, ditambah masa pemeliharaan 6 bulan.

Pada bulan Juni 2020 baru selesai masa pemeliharaan, setelah itu baru dilakukan proses pendaftaran calon pedagang.

Karena lahan pasar bersengketa dipengadilan, proses tertunda karena menunggu upaya hukum banding dari penggugat.

Sebab sebelumnya pihak pemerintah daerah Bantaeng yang dimenangkan.

Setelah batas waktu sudah lewat, pengajuan banding tidak dilakukan oleh penggugat. Sehingga kembali dilakukan proses pendaftaran calon pedagang.

"Awalnya pemilik lahan itu setuju dengan pembayaran tanah sesuai dengan hasil penilaian tim apresial. Hasil penilaian tanahnya di hargai Rp 828 juta mau dikasih langsung tetapi saat itu tidak setuju, jadi digugat dipengadilan," jelasnya.

Dengan begitu, pendaftaran calon pedagang yang diprioritaskan bagi warga setempat saat ini baru sebanyak 30 orang.

Sementara, kios sebanyak 10 dan lapak los sebanyak 140.

Oleh karena itu, diberikan batas waktu pendaftaran bagi warga setempat selama 45 hari.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved