Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wisata Sulsel

Sepotong Surga di Cenrana Baru Maros

Sepotong Surga di Cenrana Baru Maros. Untuk menuju ke lokasi dibutuhkan perjalanan dari arah Makassar sekitar tiga jam mengendarai sepeda motor.

Penulis: Alfian | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/ALFIAN
Pengunjung sedang menikmati pemandangan dari puncak Syura, Desa Cenrana Baru, Kecamatan Cenrana, Maros, Sulawesi Selatan 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sepotong Surga di Cenrana Baru Maros. Untuk menuju ke lokasi dibutuhkan perjalanan dari arah Makassar sekitar tiga jam mengendarai sepeda motor.

Andi Zainal dari atas rumah panggung menyambut dengan senyuman.

Rumah tempat ia berdiri bukanlah tempat tinggalnya, melainkan rumah kebun miliknya atau warga sekitar menyebutnya Villa.

Andi Zainal adalah Kepala Desa Cenrana Baru, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Sudah dua periode ia menjabat.

Malam itu, Sabtu (6/9/2020), alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar ini tengah mengadakan acara sykuran dengan makan bersama. Puluhan warga dan kerabatnya berkumpul menikmati sop ubi yang dihidangkan.

Rumah panggung atau Villa yang ia bangun belum selesai total.

Di sekitarannya, kiri kanan dan depan belakang ditumbuhi sejumlah tanaman. Termasuk pohon durian.

"Ayo makan, nikmati yang ada," ajaknya kepada kami yang baru saja tiba dari Makassar.

Malam itu kami jumlahnya berlima berencana liburan di desa ini. Untuk menuju ke lokasi dibutuhkan perjalanan dari arah Makassar sekitar tiga jam mengendarai sepeda motor.

Jalur yang ditempuh yakni dari arah kota Maros belok kanan melalui jalan poros Maros-Bone.

Tepatnya jalur yang biasa dilalui jika ingin menuju obyek wisata Bantimurung.

Tetapi untuk menuju ke Cenrana Baru, Anda harus melewati Bantimurung. Jalan berliku dan pendakian akan ditempuh hingga sampai di Kecamatan Cenrana.

Setelah melewati Kantor Kecamatan Cenrana yang berada di jalan poros Maros-Bone sekitar 100 meter, selanjutnya anda berbelok ke jalan sebelah kanan. Jalan berbeton yang dilalui sekitar 9 Km ditempuh untuk sampai ke Desa Cenrana Baru.

Lagi-lagi jalan berliku dan lebih banyak tanjakan kembali dilalui.

Jalan menuju desa Cenrana Baru tak selalu mulus, beberapa titik akan dijumpai jalanan berlumbang dan berbatu.

Desa Cenrana Baru sendiri merupakan desa terakhir yang berada di sebelah selatan Kecamatan Cenrana.

Desa yang dipimpin Andi Zainal ini memiliki lima Dusun.

Untuk urusan penerangan, PLN sudah membangun jaringan listrik. Sementara itu jaringan seluler masih terkendala. Ini dikarenakan desa dikelilingi bukti tinggi menjulang.

Tak heran jika rumah-rumah warga Cenrana Baru masing-masing memasang alat penangkap sinyal. Alat serupa modem ini di pasang setinggi mungkin depan rumah dengan menggunakan bambu. Dilihat sepintas, penangkap sinyal akan dianggap Antena UHF untuk menangkap siaran televisi.

Meski begitu Desa Cenrana memiliki berbagai daya tarik sebagai lokasi wisata. Ibaratnya sepotong 'surga' tersembunyi ada di desa ini.

Puncak Syura 1000 Mbpl

Sekitar dua pekan lalu warga membuka jalur pendakian. Jalur yang dibuka ini menuju puncak bukit dengan tinggi sekitar 1000 Mbpl. Warga desa menamainya puncak Syura.

"Pertama kali dibuka jalurnya bertepatan hari Syura dan di daerah sini dulu banyak batuan-batuan runcing tinggi seperti alat tangkap babi yang orang sini sebut Sura jadi dinamakan puncak Sura," terang Andi Zainal.

Untuk menuju ke puncak Syura dibutuhkan waktu sekitar 2 jam berjalan kaki. Jalur pendakian yang cukup curam dilalui. Area perbukitan yang dilalui ini ditumbuhi mayoritas pohon pinus.

Butuh kehati-hatian melalui jalur menuju puncak Syura. Dikarenakan beberapa jalur yang dilalui agak terjal, terpeleset sedikit saja bisa jatuh terjungkal apalagi beberapa jalur dibuat tepat berada di pinggiran jurang.

Sebelum sampai puncak, para pendaki terlebih dahulu harus mengambil persediaan air karena di atas puncak tak ada sumber air. Sedikitnya ada tiga titik sumber mata air yang ada di jalur menuju puncak.

Setelah menempuh perjalan sekitar 2 jam, tibalah di puncak pertama.

Pemandangan terhampar luas hingga anda bisa melihat langsung laut dan beberapa wilayah.

Pemandangan perbukitan terlihat dari atas puncak Syura, Desa Cenrana Baru, Kecamatan Cenrana, Maros, Sulawesi Selatan
Pemandangan perbukitan terlihat dari atas puncak Syura, Desa Cenrana Baru, Kecamatan Cenrana, Maros, Sulawesi Selatan (TRIBUN-TIMUR.COM/ALFIAN)

Seperti kota Makassar, Maros, Pangkep hingga bendungan Bili-Bili.

Di puncak pertama ini warga Desa menyepakati akan disulap sebagai lokasi utama perkemahan.

Pohon-pohon dan semak-semak yang ada ditebang dan dibersihkan.

"Nanti rencananya lokasi camp utama di sini makanya dibersihkan supaya luas tempat pasang tenda nantinya," kata salah satu warga.

Tetapi malam itu, kami tak memilih mendirikan tenda di lokasi tersebut. Beberapa warga desa termasuk Kepala Desa yang menemani kami menunjukan lokasi camp di puncak kedua.

Dari puncak atau lokasi camp pertama menuju ke puncak teratas dibutuhkan lagi berjalan kaki sekitar 5 menit. Barulah kami tiba di puncak Syura yang sebenarnya.

Di atas puncak Syura ini dikelilingi pohon pinus. Pandangan mata jauh lebih luas untuk menikmati pemandangan alam perbukitan yang ada.

Hanya saja di puncak tertinggi Syura ini hanya bisa dibangun maksimal sekitar tujuh tenda karena tanah datarnya tak begitu luas.

Meski begitu tak mengurangi keindahan yang terhampar memanjakan mata. Keindahan maksimal bisa didapati jelang matahari terbenam dan juga di pagi hari.

Tak hanya itu di setiap akhir pekan puncak Syura ini menjadi lokasi favorit untuk didatangi pemuda-pemudi desa. Tujuannya selain menikmati pemandangan alam juga sekaligus bisa menikmati jaringan internet secara lancar.

Ini dikarenakan di atas puncak Syura jaringan atau sinyal internet cukup baik. Mereka yang mendapat kemudahan itu pun bisa berlama-lama untuk sekedar browsing dan bermain game online sepuasnya.

Air Terjun Lacolla

Jika tak sanggup melakukan pendakian ke puncak Syura, desa Cenrana Baru masih memiliki destinasi wisata lainnya.

Ibarat sepotong surga, pemandangan alam terbuka yang didapati di Cenrana Baru semakin lengkap dengan adanya air terjun Lacolla.

Jika puncak Syura berada di Dusun Tanete, air terjun Lacolla ada di Dusun Malaka. Jarak tempuh air terjun Lacolla tak begitu jauh dari pemukiman warga.

Anda bisa menuju ke lokasi dengan mengendarai sepeda motor.

Bagi wisatawan dari luar desa Cenrana Baru, cukup membayar Rp 20 ribu/motor.

Air Terjun Lacolla berada di bagian bawah diantara bukit-bukit sehingga dibutuhkan berjalan kaki untuk sampai tujuan.

Pengunjung berswafoto di air terjun Lacolla, Desa Cenrana Baru, Kecamatan Cenrana, Maros, Sulawesi Selatan
Pengunjung berswafoto di air terjun Lacolla, Desa Cenrana Baru, Kecamatan Cenrana, Maros, Sulawesi Selatan (TRIBUN-TIMUR.COM/ALFIAN)

Tapi tak perlu khawatir, setibanya di lokasi rasa lelah akan terbayarkan lunas dengan keindahan air terjun yang memiliki tiga tingkatan ini.

Di tingkatan pertama air terjun cukup tinggi dan menawarkan kolam alami yang bisa ditempati berenang ria karena memiliki kedalam orang dewasa. Sampai di tingkat kedua air terjunnya tak begitu tinggi.

Sedangkan di tingkatan ketiga yang berada di bagian paling bawah air terjun yang dihasilkan cukup tinggi. Lokasi yang ketiga ini menjadi salah satu spot paling diminati pengunjung untuk sekedar berfoto.

Ini dikarenakan pengunjung bisa mengabadikan foto cukup dekat diantara air terjun yang mengaliri batuan bertingkat. Air terjun Lacolla juga bisa menjadi pilihan lokasi berkemah.

Hanya saja jika musim kemarau debit air yang mengalir di air terjun Lacolla tak sebesar jika musim penghujan. Ini dikarenakan aliran air yang melalui sungai sebelum tiba di air terjun biasanya dibendung untuk dimanfaatkan warga mengaliri lahan perkebunan dan persawahan.

Dorong Ekowisata

Selama berpuluh-puluh tahun warga Desa Cenrana Baru hidup berdampingan dengan alam. Hingga kini meski digempur dengan berbagai kemajuan, mayoritas warga masih menggantungkan hidupnya dengan berkebun dan bertani.

Ketersediaan air yang cukup dan kondisi tanah yang subur membuat aktivitas pertanian dan perkebunan warga tetap berjalan lancar.

Lahan persawahan milik warga Desa Cenrana Baru, Kecamatan Cenrana, Maros, Sulawesi Selatan
Lahan persawahan milik warga Desa Cenrana Baru, Kecamatan Cenrana, Maros, Sulawesi Selatan (TRIBUN-TIMUR.COM/ALFIAN)

Tak hanya itu, hutan yang masih terjaga di sekitar desa juga menjadi tempat terbaik bagi lebah bersarang.

Desa Cenrana Baru pun dikenal sebagai penghasil madu hutan terbaik di wilayah Maros.

Madu-madu yang dihasilkan cukup berkualitas sehingga pada musim-musim tertentu pengepul mendatangi lokasi ini.

Warga yang berburu madu di hutan juga kerap menjual sebagian hasil pencariannya ke pasar.

Namun lebih banyak dikonsumsi secara pribadi.

Dengan berbagai keuntungan yang diperoleh dari alam ini, mulai dari tawaran fanorama pemandangan perbukitan, air terjun dan hasil alam yang melimpah membuat warga Desa berkeinginan untuk mendorong Desa Cenrana Baru sebagai lokasi Ekowisata.

Melalui program dan keinginan Kepala Desa pun pengembangan terus dilakukan.

"Harapannya ini bisa menjadi tambahan penghasilan Desa nantinya, jika lokasi wisata bisa dikembangkan tentu bisa menarik kedatangan orang-orang berkunjung ke desa kami," harap Andi Zainal. (tribun-timur.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved