Breaking News:

Laporan Pencemaran Nama Baik STIH Lamaddukelleng Sengkang, Ini Kata Pegiat Hukum

Dugaan pelanggaran informasi dan teknologi elektronik (ITE) itu bermula ketika salah satu pengguna facebook yang menulis status

TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH
Penggiat hukum di Pelita Hukum Independen (PHI), Sudirman. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Salah satu akun facebook bernama Arry Rebelspirates di Kabupaten Wajo dilaporkan ke polisi lantaran dinilai mencemarkan nama baik kampus Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Lamaddukelleng Sengkang.

Dugaan pelanggaran informasi dan teknologi elektronik (ITE) itu bermula ketika salah satu pengguna facebook yang menulis status soal dugaan adanya oknum kepala desa yang menyogok dosennya dengan perempuan cantik.

Dengan gamblang, akun Arry Rebelspirates menulis di kolom komentar "Kampus Maddukelleng".

Melihat kondisi itu, salah satu penggiat hukum di Kabupaten Wajo, Sudirman mengatakan, seseorang yang melakukan pencemaran nama baik diatur dalam KUHP pasal 310 dan Undang undang ITE Pasal 27 ayat 3.

Terlapor bisa saja, jika terbukti, akan dibui selama 6 tahun atau didenda 1 miliar rupiah. Hal itu sebagaimana pasal 27 ayat 3 Undang-undang ITE dan hukuman pidananya dijelaskan pada pasal 45 ayat 1 UU ITE.

"Setiap orang yang merasa namanya telah dicemarkan atau tidak senang dengan perbuatan seseorang mempunyai hak untuk melapor ke pihak berwajib, dan itu jelas undang-undangnya," katanya, Selasa (8/9/2020).

Sudirman, yang bergelut di Pelita Hukum Independen (PHI) itu menyebutkan, dalam kasus laporan dosen STIH Lamaddukelleng, akun Arry Rebelspirates tak menyebutkan nama seseorang.

Namun, dirinya mengambil contoh kasus Ibu Prita dengan salah satu rumah sakit di Jakarta. Tidak menutup kemungkinan, kasus pemilik akun Arry Rabelspirates akan bernasib sama dengan Ibu Prita di Jakarta.

"Kita lihat kasus ibu prita yang ada di Jakarta, ia curhat melalui surat elektronik kepada temannya tentang pelayanan Rumah Sakit Omni, dan pengadilan memutuskan ia bersalah. Prita dinilai oleh pengadilan telah melakukan pencemaran nama baik terhadap rumah sakit beserta sejumlah dokter," katanya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah dosen STIH Lamaddukelleng Sengkang telah melaporkan kasus pencemaran nama baik itu ke Polres Wajo pada 21 Agustus 2020 lalu.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved