Breaking News:

Tribun Luwu

Sopir Truk Keluhkan Dugaan Pungli Personel Polres Luwu

Polisi lalu lintas di wilayah itu dituding memaksa sopir truk membayar dalam jumlah besar walau tidak melakukan pelanggaran.

Ist
Kapolres Luwu, AKBP Fajar Dani Susanto. 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Seorang sopir truk berinisial MP mengeluhkan dugaan pungutan liar yang dilakukan oknum personel Polres Luwu.

Polisi lalu lintas di wilayah itu dituding memaksa sopir truk membayar dalam jumlah besar walau tidak melakukan pelanggaran.

MP menjelaskan, ia jadi korban pungli usai melintas di depan Polres Luwu pada Rabu (2/9/2020) siang.

"Sekitar dua kilometer setelah melewati Polres Luwu, tiba-tiba ada yang mengejar saya menggunakan motor patroli. Saya disuruh singgah, oknum itu mempermasalahkan saya tidak singgah di pos," kata MP, Jumat (4/9/2020).

"Yang pertama dia meminta uang sebesar Rp 5 juta, kemudian Rp15 juta. Padahal semua surat saya untuk lengkap."

"Kebetulan yang saya muat itu kayu tapi saya memiliki surat muatan kayu. Saya dilepaskan setelah membayar Rp 5 juta," jelasnya.

Kapolres Luwu AKBP Fajar Dani Susanto sudah memerintahkan Propam untuk mengecek dan mendalami aduan sopir yang merasa korban pungli.

"Saya sudah perintahkan Kasi Propam segera melakukan pengecekan. Bilamana personel lantas yang bertugas di Pos Lantas tersebut terbukti melakukan pungutan liar agar segara diproses, ini merusak citra kita," kata Fajar.

Sementara Kasi Propam Polres Luwu Aiptu Ashari Siregar, mengaku sudah diperintahkan oleh Kapolres untuk segera mengadakan pengecekan, dan mendalami terkait berita adanya pungutan liar di Pos Lantas Belopa.

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Chalik Mawardi

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved