Breaking News:

Red Gank ByPass

Red Gank ByPass Rayakan Anniversary ke-6, Ada Dialog Suporter PSM Makassar

Red Gank Sektor ByPass merayakan Aniversary ke-6 di Kedai Muadz, Jl Hati Mulia, Makassar, Rabu (2/9/2020) pukul 18.30 Wita.

Red Gank Sektor ByPass
Red Gank Sektor ByPass merayakan Aniversary ke-6 di Kedai Muadz, Jl Hati Mulia, Makassar, Rabu (2/9/2020) pukul 18.30 Wita. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Red Gank Sektor ByPass merayakan Aniversary ke-6 di Kedai Muadz, Jl Hati Mulia, Makassar, Rabu (2/9/2020) pukul 18.30 Wita.

Sebagai salah satu kelompok suporter PSM, Red Gank ByPass mengusung tema "Bahagia Itu Sederhana".

Ketua Red Gank ByPass, Agung Dwitama, menjelaskan bahwa tema yang diusung merupakan cerminan dari sikap dan harapan seluruh anggota sebagai kelompok suporter PSM.

"Tema ini pada awalnya hadir dari hasil refleksi kami dalam melihat aktivitas dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan ruang lingkup Suporter itu sendiri maupun kegiatan sosial lainnya yang telah kami lewati bersama di hari-hari yang lalu," tuturnya.

Ia menambahkan bahwa sebagai kelompok yang fokus pada dukungan dan kecintaannya sebagai suporter PSM memiliki berbagai cerita kebersamaa.

"Tak ada yang lebih indah dari kebersamaan dan pengorbanan, hidup dalam pengertian dan perhatian saat menjalani relasi dalam rumah kecil yang kami beri nama Redgank Bypass," katanya.

"Karena di Redgank Bypass kami akan saling menutupi punggung, merangkul kebersamaan untuk saling membangun dan mendukung. Sesederhana ini yang membuat kami selalu berada dalam kebahagiaan dan bertahan sampai sekarang," sambungnya.

Pada malam puncak nanti, kegiatan juga akan diisi dengan diskusi dengan tema "Suporter dan Sikap Politik Dalam Sepakbola".

Tema tersebut diangkat sebagai refleksi keseharian atas apa yang dijalani sebagai suporter sebagai pemain ke-12 dalam dunia persepakbolaan

"Dimana kita akan sedikit mengupas sejarah sepakbola yang ada di makassar dan bgaimana pengaruh suporter terhadapnya. Kami juga merasa bahwa perlunya mendiskusikan apa yang mestinya menjadi sikap individu ataupun kelempok suporter dan apa yang tidak semestinya dilakukan," paparnya.

Selain itu Agung juga menerangkan bahwa perlunya kembali mendiskusikan terkait tujuan suporter ini.

"Kalaupun suporter punya sikap politi, maka sikap politik seperti apa yang kita maksud? dan terlepas dari semua itu bahwa pada kegiatan kali ini tidak lain untuk menghadirkan ruang edukasi dan ruang dialektika untuk saling berbagi gagasan dan pemahaman tentang suporter dalam dunia persepakbolaan," tutupnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

Penulis: Alfian
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved