OJK
OJK: Kabar Gembira Kredit BPD Tumbuh di Atas 8 Persen
OJK menyampaikan meski sebagian bangsa Indonesia terpapar pandemi Covid-19, tapi kredit tetap tumbuh.
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan meski sebagian bangsa Indonesia terpapar pandemi Covid-19, tapi kredit tetap tumbuh.
Bank Pembangunan Daerah (BPD) bisa menyalurkan kredit di atas 8 persen per Juli 2020.
Dari sisi intermediasi industri jasa keuangan, mulai bergeraknya aktivitas ekonomi pasca pelonggaran pemberlakuan pembatasan sosial mendorong pertumbuhan kredit perbankan sedikit meningkat menjadi 1,53 persen yoy (year on year) secara nasional.
"Hal yang paling menggembirakan BPD di daerah, ternyata masih bisa menyalurkan kredit di atas 8 persen meski pun kita di dalam Covid-19, itu sangat luar biasa sekali," kata Staf Ahli OJK, Ryan Kiryanto dalam konferensi pers, Rabu (2/9/2020).
Gerakan kredit BPD bukan hanya ke sektor konsumtif tapi juga ke sektor produktif.
Namun demikian, pertumbuhan piutang pembiayaan masih memperlihatkan kontraksi yang lebih dalam.
Profil risiko lembaga jasa keuangan masih terjaga dalam level yang manageable dengan rasio NPL gross tercatat sebesar 3,22 persen sementara NPL net tercatat 1,12 persen dan Rasio NPF sebesar 5,5 persen.
Hal ini dikarenakan sektor jasa keuangan telah mengantisipasi risiko dengan meningkatkan pencadangan yang dibentuk dari permodalan.
Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio) perbankan tercatat sebesar 23,10 persen dan rasio permodalan (Risk-Based Capital) untuk industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing sebesar 502 persen dan 321 persen, jauh diatas ketentuan yang ditetapkan.
Alat likuid yang dimiliki perbankan terus mengalami peningkatan yang ditandai dengan pertumbuhan DPK.
Per 14 Agustus 2020, Rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK terpantau pada level 128,01 persen dan 27,15 persen, jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.
Terpisah, BPD Sulselbar (Bank Sulselbar) pada semester I/2020 membukukan kenaikan laba bersih sebesar 16,21% pada dibandingkan dengan periode sama tahun lalu menjadi Rp 297,17 miliar.
Pada semester I/2020, Bank Sulselbar tercatat menyalurkan kredit senilai Rp18,04 triliun atau tumbuh 2,66% (yoy).
"Sampai dengan Juni porto polio kredit kami Rp 18 T lebih. Konstan dengan UUS (Unit Usaha Syariah) Rp 19,002 T," kata Direktur Pemasaran Bank Sulselbar, Rosmala Arifin. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ojk-wilayah-vi-sulampua-beberapa-waktu-lalu-292020.jpg)