Breaking News:

PM Jepang Mundur

PM Jepang Mundur, Taslim Arifin: Jepang Lagi Gamang, Mereka Tidak Bahas HTI

Jepang berada di persimpangan dan belum menemukan titik terang, kecuali bekerja sama dengan Amerika dengan risiko yang tidak ringan.

Handover
Shinzo Abe, PM Jepang saat mengumumkan pengunduran dirinya, Jumat (28/8/2020) waktu Jepang 
Taslim Arifin, pencetus Wali Wanua Sulsel
Taslim Arifin, pencetus Wali Wanua Sulsel (dok.tribun)

Oleh Taslim Arifin
Ekonom Senior/Pencetus Wali Wanua

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jepang lagi gamang mengurai masa depannya berhadapan dengan berbagai peristiwa global yang terjadi bersamaan.

Situasi yang dihadapi Jepang tersebut belum pernah dialami sebelumnya. Bahkan situasi itu berada diluar catatan sejarah depressi besar yang terjadi tahun 30-an.

Eropa memiliki persekutuan NATO yang dapat membuat mereka lebih lega. Amerika masih percaya akan kekuatannya menghalau setiap dan segenap ringtangan. Korea Selatan yakin dengan memmanfaatkan “peradaban pop” yang menjadi minat dunia merupakan “exit strategy” dari cengkeraman China yang makin dalam.

Jepang berada di persimpangan dan belum menemukan titik terang, kecuali bekerja sama dengan Amerika dengan risiko yang tidak ringan.

Mungkin itulah tekanan yang sungguh berat, melampaui tekananan parlemennya yang cenderung genit, sehingga berdampak pada penurunan immunitasnya. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mundur dengan hati yang ikhlas.

Pengunduran diri PM Jepang Shinzo Abe membuka peluang kepada samurai lainnya untuk menghadapi jalan terjal, dan dengan semangat bushido siap melakukan harakiri demi Bangsa Jepang yang juga akan memberi sumbangan nyata kepada peradaban mondial. Mereka tidak membicarakan HTI.(*)

Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved