Breaking News:

Tribun Wajo

Ini Kendala Pasar Tempe Wajo Belum Juga Dibangun Pasca Kebakaran

Kementerian PUPR menyediakan pagu anggaran sekitar Rp 57 M lebih untuk membangun Pasar Tempe Wajo

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Kondisi Pasar Tempe, Kabupaten Wajo, Selasa (2582020). 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Setahun lalu, tepatnya Sabtu (24/8/2020) dini hari, Bupati Wajo, Amran Mahmud berlinang air mata menyaksikan Pasar Tempe dilalap api.

Salah satu pasar tradisional tertua di Kabupaten Wajo itu tersisa hanya puing. Ratusan kios dan lapak para pedangang jadi abu.

Pasca kebakaran, janji untuk segera membangun Pasar Tempe terlontar. Grand desain telah dipaparkan.

Namun, setahun berlalu belum ada tanda-tanda pasar itu akan dibangun. Pedagang perlahan bangkit, berjualan untuk terus menyambung hidup.

Pemenang tender memang sudah diumumkan, yakni sebuah perusahaan dari Bandung, Jawa Barat, PT Delima Agung Utama.

Kementerian PUPR menyediakan pagu anggaran sekitar Rp 57 M lebih untuk membangun pasar itu.

Para pedagang berharap, pembangunan segera dimulai. Mengingat, setahun sudah peristiwa nahas itu berlalu. Pasar darurat di sekeliling pasar juga kian "darurat".

"Sebenarnya sudah ada rencana, cuma kalau dibangun nantinya kita mau berjualan di mana. Opsi pemerintah memindahkan kita juga terlalu jauh," kata salah satu pedagang, Syamsul, Selasa (25/8/2020).

Sejatinya, pembangunan Pasar Tempe dijanjikan akan dimulai pada awal September 2020. Kendala pemerintah, memang di relokasi pedagang.

Opsi memindahkan pedagang ke Jl Sawerigading, dinilai para pedagang bukanlah solusi yang tepat.

Halaman
12
Editor: Suryana Anas
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved