Breaking News:

Tribun Wajo

Kasus Pelecehan Kades Lempong Wajo, Polisi Telah Periksa 11 Saksi dan Akan Libatkan Saksi Ahli

Setelah lebih sebulan kasus itu berproses, polisi mengaku masih perlu memeriksa sejumlah saksi-saksi setelah dilakukan gelar perkara.

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH
Kasat Reskrim Polres Wajo, AKP Muhammad Warpa 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Kasus pelecahan seksual yang melibatkan Kepala Desa Lempong, Abdul Karim terhadap seorang mahasiswa berinisial AP (23), terus berlanjut di ranah kepolisian, Senin (24/8/2020).

Setelah lebih sebulan kasus itu berproses, polisi mengaku masih perlu memeriksa sejumlah saksi-saksi setelah dilakukan gelar perkara.

"Kami sudah lakukan gelar perkara, namun kesimpulan, kami masih memerlukan untuk dilakukan penyelidikan lanjutan," kata Kasat Reskrim Polres Wajo, AKP Muhammad Warpa.

Sebelumnya, ada 11 orang saksi yang diperiksa, termasuk korban dan orang tuanya.

Lalu, Polres Wajo kembali mengangendakan pemeriksaan terhadap 2 orang saksi pada hari ini.

"Persoalan ini tetap berlanjut, kami tidak mau buru-buru dalam menyimpulkan kasus ini, kami masih butuh periksa beberapa saksi, bisa jadi saksi ahli nantinya juga dilibatkan, hari ini kami jadwalkan periksa dua orang," katanya.

Sebagaiaman diketahui, insiden itu terjadi di Kantor Desa Lempong, Kecamatan Bola, Kabupaten Wajo, pada Minggu (12/7/2020) lalu.

Saat itu, AP yang sedang mengerjakan laporan akhir Kuliah Kerja Profesi (KKP) itu hendak berpamitan, tapi malah mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari Abdul Karim, yang nyosor mencium pipinya sebanyak tiga kali.

Tak terima atas perlakuan Abdul Karim, keluarga AP pun keberatan. Kasus tersebut pun kini telah masuk ke ranah kepolisian.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved