Breaking News:

Tribun Takalar

Tokoh Pemuda Sesalkan Unjuk Rasa Tolak Pembangunan Bendungan Pammukkulu yang Berakhir Ricuh

Ratusan Masyarakat Kale Ko'mara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan kembali memprotes ganti rugi.

Citizen/fahri
Ratusan Masyarakat Kale Ko'mara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar berunjuk rasa pada saat sidang tentang gugatan pembebasan lahan Bendungan Pammukulu, Kamis (20/9/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Ratusan Masyarakat Kale Ko'mara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan kembali memprotes ganti rugi lahan Bendungan Pamukkulu.

Warga yang mengatas namakan diri "Aliansi Masyarakat Dampang Ko'mara" kembali mendatangi kantor Pengadilan Negeri (PN) Takalar, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan pada saat sidang tentang gugatan pembebasan lahan Bendungan Pammukulu belum lama ini.

Demonstrasi yang melibatkan masyarakat setempat, baik anak anak dibawah umur sampai dengan orang tua dikoordinor oleh Muallim Bahar berakhir ricuh.

Hal ini banyak disayangkan oleh beberapa lembaga dan elemen di masyarakat, apalagi sampai mengakibatkan pengrusakan di sana sini.

Tokoh pemuda Mahasiswa UIN Makassar, Fahri mengatakan jika memang ingin membela kepentingan rakyat tidak perlu melakukan provokasi kepada masyarakat kecil, apalagi menyangkut tanah yang rentan terjadinya gesekan.

"Saya yakin bahwa pihak yang berseteru ini pastinya memiliki hubungan emosional atau keluarga dekat, pakailah cara-cara elegan dengan jalur kekeluargaan pasti ada solusinya," ujarnya dalam rilis yang diterima Tribun Timur, Kamis (20/8/2020).

Di tempat lain, Nurdin kader PMII mengatakan, sangat ironis dan disayangkan hal ini terjadi, apalagi ia mendengar bahwa yang menahkodai aksi ini bukan penduduk lokal.

"Kami berharap aparat kepolisian segera menangkap oknum yang melakukan penghasutan di masyarakat, jangan sampai berkoar-koar tentang hak rakyat padahal hanya ingin mengambil keuntungan pribadi," tuturnya.

Pengurus DPN GPPN Indra juga berharap kasus ini dapat dijadikan pembelajaran bagi kedua belah pihak untuk bisa mengambil langkah duduk bersama, uang gampang dicari tapi yang namanya saudara sampai kapanpun tetap sedarah. Ayomi saling abbuntuliki, parakatte ngasengji antu bija pamanakang," katanya.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved