Breaking News:

PLTMH Ampiri

Pembangkit Listrik Mikrohidro Ampiri Antara Potensi dan Keterabaian

Sebuah dusun terpencil, yang menarik perhatian setelah berhasil didirikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) oleh Harianto Albarr.

Penulis: Alfian | Editor: Hasriyani Latif
citizen/hardianto
Hardianto Albarr, perintis PLTMH Ampiri saat memantau mesin turbin di tepi sungai Dusun Ampiri, Desa Bacu-Bacu, Barru, Sulawesi Selatan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Basri, pria yang sehari-hari mengajar di SD Inpres Ampiri, Desa Bacu-Bacu, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, berdiri di depan sebuah rumah. Dengan seragam Aparatur Sipil Negara (ASN) ia nampaknya sedang tak mengajar.

Padahal saat itu, Selasa (11/8/2020), penulis bertemu dengannya sekitar pukul 09.15 Wita. Di Dusun Ampiri, secara geografis berada di atas dataran tinggi.

Diantara pegunungan yang berbatas langsung dengan Kabupaten Soppeng dan Bone. Nyatanya sama saja dengan wilayah lain yang di masa pandemi Covid-19 ini tak melangsungkan pembelajaran di sekolah-sekolah.

"Dilarang pemerintah, jadi kami buat kelompok-kelompok belajar yang mana guru datang ke rumah-rumah murid. Karena mau belajar online juga tidak bisa, jaringan untuk pakai menelpon saja tidak ada apalagi internet," tuturnya.

Di rumah depan Basri berdiri memang salah satu guru SDI Ampiri tengah mengajar enam murid kelas I.

Pemukiman warga Dusun Ampiri, Desa Bacu-Bacu, Pujananting, Barru
Pemukiman warga Dusun Ampiri, Desa Bacu-Bacu, Pujananting, Barru (TRIBUN-TIMUR.COM/ALFIAN)

Sementara Basri hari itu tak ada jadwal mengajar, ia hanya diwajibkan masuk Sekolah seperti pegawai lainnya.

Dusun Ampiri merupakan satu dari tiga Dusun yang ada di Desa Bacu-Bacu. Untuk sampai ke dusun ini harus siap-siap dengan segala resiko. Ini dikarenakan jalur yang dilalui cukup ekstrim.

Jalur pendakian ditambah dengan jalan yang tak sepenuhnya beraspal dilalui. Untuk sampai ke dusun terakhir desa Bacu-Bacu ini dibutuhkan sekitar 4 jam perjalanan dengan kendaraan roda dua ataupun roda empat dari arah kota Makassar.

Tahun 2008 atau sekitar 11 tahun lalu, Ampiri menjadi pembicaraan. Sebuah dusun terpencil, yang menarik perhatian setelah berhasil didirikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) oleh Harianto Albarr.

Pemuda asli Ampiri yang melihat peluang pemanfaatan aliran sungai desanya untuk menghasilkan listrik.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved