Promo DP Rp 17, Rumah Murah di Kupa Royal Park Moncongloe Maros Diserbu Calon User di HUT ke-75 RI

Promo DP Rp 17, rumah murah di Kupa Royal Park Moncongloe Maros diserbu calon user di HUT ke-75 RI

Editor: Edi Sumardi
DOK TRIBUN TIMUR
Rumah murah di Kupa Royal Park di Jl Inspeksi PAM, Moncongloe, Maros, Sulawesi Selatan ( Sulsel ). 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Animo masyarakat memiliki rumah di tengah pandemi Covid-19 ternyata tetap tinggi.

Buktinya, promo uang muka super murah yang diluncurkan Benteng Kupa Group di salah satu lokasi perumahan, Kupa Royal Park, mencatat transaksi cukup tinggi.

Promo Kemerdekaan berlangsung tiga hari, Sabtu - Senin, 15-17 Agustus 2020, berupa uang muka Rp17 (tujuh belas rupiah) mampu menggaet 92 user yang menyetorkan uang tanda jadi untuk selanjutnya di proses berkasnya ke perbankan.

Chief Executive Officer (CEO) Benteng Kupa Group, Ismail Manda SH mengatakan, selain sebagai salah satu bentuk partisipasi merayakan HUT ke-75 RI, promo ini juga ingin mengukur sejauh mana dampak pandemic Covid-19 ini terhadap animo masyarakat membeli rumah.

“Hasilnya di luar dugaan kami. Ternyata cukup tinggi khususnya di rumah harga 300 jutaan ke bawah. Terbukti bahwa kebutuhan masyarakat akan rumah selalu utama dalam kondisi apapun,” kata Ismail Manda sekaligus Ketua Bidang Perbankan Apersi Sulsel ini.

Promo 17 Agustus HUT Kemerdekaan RI, Beli Rumah di Kupa Royal Park DP Hanya Rp 17, Terakhir Besok

Di lingkup Benteng Kupa Group, selama masa wabah virus corona ini, aktivitas pembangunan dan penjualan rumah tetap berjalan meski memang tidak bisa “full speed“.

“Kita tetapkan standar aktivitas sesuai protocol kesehatan. Di awal masa pandemik, memang pernah kita hanya pekerjakan tukang sekitar 25 persen dari biasanya. Saat ini sudah sekira 80 persen lagi,” katanya.

Ide untuk melakukan promo di masa sulit ini tergolong berani.

Namun, kata Ismail Manda, hal itu dilakukan untuk membuktikan bahwa sikap masyarakat dalam menghadapi pandemic Covid-19 tidak seragam.

Ada yang di masa sulit ini ingin memegang uang cash sebanyak-banyaknya tapi ada juga yang justru takut memegang uang cash sehingga dialihkan menjadi asset seperti rumah.

”Istilahnya, sebagai pelaku usaha, kami tidak bisa berdiam diri dan tetap bergerak di suasana apapun. Hasilnya, alhamdulillah memuaskan,” katanya.

Soal user, yang sudah membayar tanda jadi itu, Ismail memperkirakan bahwa memang tidak semuanya bisa melakukan akad kredit.

Sebab, perbankan juga sangat selektif di masa pandemic khususnya ke calon user karyawan swasta atau pelaku usaha.

Yang relatif "aman" adalah ASN, TNI/Polri.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved