Breaking News:

Cinta Hidup Semati

INNALILLAH, Kiai NU Bantaeng Ini Wafat 1 Jam Usai Tuntun Syahadat Sakratul Maut Sang Istri Tercinta

INNALILLAH, kiai NU Bantaeng Ini Wafat 1 Jam Usai Tuntun Syahadat Sakratul Maut Sang Istri tercinta

TRIBUN-TIMUR.COM/CITIZEN REPORTER
INNALILLAH, kiai NU Bantaeng Ini Wafat 1 Jam Usai Tuntun Syahadat Sakratul Maut Sang Istri 

Almarhum adalah guru madrasah dengan jabatan terakhir Kepala Kantor Departemen Agama (Kakandepag) Bantaeng tahun 1989 sampai tahun 2000.

Kiai Haji Idrus Makkawaru dilahirkan di Bantaeng, 8 Juli 1944, atau setahun sebelum Kemerdekaan RI.

Pak Kiai menamatkan sekolah Guru Agama di PGA Makassar tahun 1951.

Lalu meraih gelar sarjana muda tahun 1956 dan strata satu tujuh tahun kemudian di IAIN Alauddin Makassar.

Pak Kiai merintis karier sebagai guru agama di madrasah Bantaeng tahun 1961

Tahun 1980 hingga 1989 diamanatkan sebagai Kasubag TU Kandepag Bantaeng.

Saat itu, Pak Kiai masih aktif mengajar di madrasah, berdakwah di pelosok Bantaeng, Bulukumba, dan Jeneponto.

Tahun 1989 hingga 2000, Pak Kiai juga menjabat Kakandepag Bantaeng.

Almarhum meninggalkan lima anak, Dr H Achamd Mujahid MAg, purra kedua Dr Achmad Musyahid MAg, dosen di Fakultas Syariah UIN Alauddin Makassar.

Putri ketiga Pak Kiai adalah Muwahidah Idri SAg, Nurabidah Idrus Mpd, dan si bungsu Akhmad Mujaddin Idrus S.Si.

Semua anak almarhum adalah alumnus pesantren di Sulsel.(TRIBUN-TIMUR.COM)

Penulis: Thamzil Thahir
Editor: Mansur AM
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved