Peristiwa Rengasdengklok

Detik-detik Menegangkan Sehari Sebelum 17 Agustus, Pemuda 'Culik' Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok

Detik-detik Menegangkan Sehari Sebelum 17 Agustus, Pemuda 'Culik' Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok

Editor: Mansur AM
Foto karya Frans Mendur
Foto karya Frans Mendur yang mengabadikan Presiden Soekarno membacakan naskah proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur, Nomor 56, Cikini, Jakarta. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Proklamasi 17 Agustus 1945 tidak akan terealisasi andai tak ada inisiatif dari kelompokk pemuda untuk 'menculik' Soekarno di rumahnya.

Momen dan kejadian menentukan di 14 Agustus hingga malam 17 Agustus saat itu akan dikenang sebagai peristiwa penting dalam sejarah Kemerdekaan Indonesia.

Happy Independence Day Ucapan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia Bahasa Inggris Cocok Status Sosmed

Inilah Makna Logo HUT ke-75 RI, Tema Indonesia Maju dan Bangga Buatan Indonesia: Link Download

Sekelompok anak muda di antaranya Soekarni, Wikana, Aidit, dan Chaerul Saleh, memilih menculik kedua Proklamator bangsa Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat, untuk suatu permintaan.

Pengibaran Bendera Pusaka Merah Putih saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
Pengibaran Bendera Pusaka Merah Putih saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 ()

Rengasdengklok adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat

Aksi dari golongan muda ini pun, menjadi momen lahirnya satu sejarah yang dikenal dengan peristiwa Rengasdengklok.

Rengasdengklok hampir saja jadi pusat pemerintahan Indonesia Merdeka jika skenario perebutan kekuasaan dari Jepang yang direncanakan para pemuda pada tahun 1945 berjalan mulus.

Tetapi karena Bung Kamo dan Bung Hatta "dilarikan"  ke kota kecil ini pula, hari keramat jatuh pada tanggal 17 bukan 16 Agustus.

Nama Rengasdengklok selalu muncul mengisi halaman media massa pada saat menjelang peringatan ulang tahun proklamasi kemerdekaan RI. Soalnya, sehari menjelang proklamasi kemerdekaan, Bung Karno dan Bung Hatta "dilarikan" ke kota kecil yang letaknya 20 km sebelah utara Karawang, Jawa Barat, ini.

Sudah banyak versi yang mengungkapkan, bagaimana kisah dua tokoh proklamator tersebut selama dalam perjalanan sampai berada di tangsi Peta (Pembela Tanah Air) Rengasdengklok dan akhirnya kembali lagi ke Jakarta.

Tetapi dari sedikit catatan tentang peristiwa itu, ternyata almarhum Bung Hatta sebagai salah seorang pelakunya pernah menulis Peristiwa Rengasdengklok.

Bung Hatta juga pernah berkunjung ke kota kecil ini pada tahun 1973 bersama dengan Brigjen Nugroho Notosusanto yang saat itu menjabat kepala Pusat Sejarah ABRI. Tidak banyak diketahui umum hasil pembicaraan dalam rekonstruksi sejarah proklamasi kemerdekaan RI dengan kota kecil ini karena pembicaraan dilakukan di di ruang tertutup.

Namun jauh sebelumnya, Bung Hatta pernah menuangkan pengalamannya dalam Mimbar Indonesia 17 Agustus 1951 no. 32/33, menanggapi buku Sedjarah Perdjuangan Indonesia yang kemudian dijadikan salah satu lampiran buku Documents Historica yang disusun Osman Raliby. Tulisan tersebut bertujuan meluruskan sejarah detik-detik menjelang proklamasi kemerdekaan RI, ketika Bung Karno, Bung Hatta, dan Ibu Fatmawati bersama Guntur yang saat itu baru berusia sekitar tiga bulan, dibawa ke Rengasdengklok.

Kisah perjalanan yang acap kali disebut sebagai "penculikan" itu sudah banyak diungkapkan dengan banyak versi.

Sebagai salah seorang pelaku yang mengalami langsung peristiwa tersebut, untuk pertama kalinya Bung Hatta menuangkan pengalamannya secara tertulis dan sekaligus memberikan analisisnya tentang kegagalan skenario proklamasi Indonesia Merdeka yang direncanakan para pemuda.

Halaman
1234
Sumber: GridHot.id
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved