Breaking News:

Tribun Opini

Membocor Rahasia Perbincangan Politik

Kelak mereka pecah kongsi, saatnya “musibah” itu datang. Rekaman perbincangan rahasia itu, tersebar ke tengah publik.

Membocor Rahasia Perbincangan Politik
handover
Armin Mustamin Toputiri, Politisi Golkar/mantan Anggota DPRD Sulsel

Oleh
Armin Mustamin Toputiri
Politisi Golkar/mantan anggota DPRD Sulsel

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Publik,b khususnya Sulsel, baru saja dikejutkan beredarnya salah satu video  viral di media jejaring sosial. Video bocoran perbincangan sensitif. Berisi tudingan negatif orang tertentu terhadap sekian pihak tertentu. Penuding dan tertuding, tanggung sama kalibernya. Tak hanya mantan kepala daerah, tapi juga sekian politisi ternama di tingkat lokal, malah tingkat nasional.

Video itu, ikut mampir ke layar hape saya. Menyimaknya -- sebagai orang yang sekian waktu ikut terlibat di gelanggang politik praktis -- saya hanya tersenyum geli. Alih-alih, justru yang melintas di benak saya, video bocoran perbuatan asusila sekian artis tersohor yang beberapa tahun lalu marak jadi tontonan publik.

Anomali, video sekian artis tersohor itu, satu sisi dicaci, sisi lain diminati. Padahal perbuatan sama, dimengerti juga diperbuat banyak orang, meski dengan cara sembunyi-sembunyi. Yang membedakan hanya karena perbuatan artis tersohor itu, terjerat "musibah". Terekam, bocor tersiar jadi santapan publik. Menyita perhatian publik, sebab pelakunya memang pesohor.

Tak lebih kurang, sama saja video bocoran perbincangan sensitif itu. Mulanya perbincangan virtual tertutup, terbatas hanya internal kedua pihak menghadapi Pilkada Makassar.

Namun belakangan ditahu, satu pihak merekam. Kelak mereka pecah kongsi, saatnya “musibah” itu datang. Rekaman perbincangan rahasia itu, tersebar ke tengah publik. Ayal, marak menjadi tontonan menggelikan. Memantik respon khalayak dalam sudut pandang yang berbeda-beda.

Strategi dan Taktik

Seperti umum dipahami, politik adalah seni bertindak mengelola kemungkinan guna mencapai tujuan. Piranti dasarnya, strategi dan juga taktik. Strategi berisi rumusan target dan sasaran yang ideal. Dirumuskan secara permanen dan berjangka panjang. Dihasilkan dari basis analisis logis dan objektif, serta laiknya mesti implementatif.

Sementara taktik, labil dan berjangka pendek untuk menjawab kebutuhan sesaat. Berubah-ubah bersesuai kondisi dihadapi. Muasalnya, berangkat dari hal ikhwal insidentil yang sifatnya subjektif. Risikonya, memberi penilaian sensitif terhadap orang-orang tertentu, niscaya dielak. Terutama musuh potensial yang diukur berpeluang menjegat pencapaian tujuan strategis.

Demikian dalih, kenapa membincangkan subjek orang-orang tertentu di arena politik praktis, acapkali terjadi. Seperti termuat dalam video bocoran itu. Dianggap lumrah, dinilai sah, bahkan justru diberi porsi khusus sebagai bagian inheren dari siasat untuk pencapaian tujuan politik.

Paradoksnya karena di arena politik praktis, suratan takdir dianut adagium “tak ada kawan, maupun lawan yang abadi, selain kepentingan”. Perkawanan dan perlawanan tak permanen. Seluruhnya absurd, memancarkan sinyal bahwa di arena politik praktis tak satu pihak mampu menjaminkan diri jika kelak tak akan mengingkari perbincangan yang sifatnya rahasia.

Halaman
12
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved