Breaking News:

Tribun Mamasa

Anggaran Pembebasan Lahan Direfocusing, Pasar Orobua Mamasa Disegel Pemilik Lahan

Pasar rakyat yang dibangun sejak Oktober 2019, belum juga dilakukan pembayaran pembebasan lahan oleh Pemkab Mamasa.

Ist
Pasa Rakyat orobua disegel pemilik lahan 

TRIBUNMAMASA.COM, SESENAPADANG - Pasar Rakyat Orobua, Kecamatan Sesenapadang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat disegel pemilik lahan.

Pasar rakyat yang dibangun sejak Oktober 2019, belum juga dilakukan pembayaran pembebasan lahan oleh Pemkab Mamasa.

Sehingga masih terdapat utang pemerintah daerah kepada pemilik laham sebesar Rp509 juta rupiah.

Ironisnya, hingga pembangunan pasar itu selesai, biaya pembebasan lahannya belum juga diterima oleh pemilik lahan.

"Awalnya saya tidak pernah memaksa untuk dibeli, saya hanya bilang kalau cocok silakan dilanjutkan. Tapi karena itu hari cocok makanya bangunan dilanjut," kata Matius, Rabu (12/8/2020 siang.

Dijelaskan Matius, sejak awal sebelum pembangunan pasar dimulai, ia mengaku telah melakukan komunikasi kepada Dinas Koperindag terkait pembebasan lahan.

"Waktu itu memang saya sudah sampaikan sebelum dibangun, bahwa apakah Pemda benar-benar akan bayar atau tidak, dan saat itu diakui," jelasnya.

Namun pada kenyataannya ujar dia, komitmen itu diingkari pihak pemerintah daerah.

Dengan dasar itu, ia mengaku akan menyegel pasar itu.

"Besok itu saya pagar keliling, nanti saya buka kalau sudah dibayarkan sesuai kesepakatan," ujarnya.

Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Mamasa, Gusti Harmiawan mengatakan, pembebasan lahan Pasar Rakyat Orobua memang tercover di dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

Namun kata dia, saat dilakukan refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19, pagu anggaran untuk pembebasan lahan Pasar Rakyat Orobua dihapuskan.

Terkait itu, Gusti mengaku sudah melakukan koordinasi kepada Bupati Mamasa, H. Ramlan Badawi, anggaran untuk ganti rugi lahan Pasar Orobua tidak telah dihapuskan pasca refocusing

"Tetap akan dibayarkan tetapi situasi dan kondisi saat ini yang tidak memungkinkan, maka semua tertunda," kata Gusti Harmiawan, saat dikonfirmasi via telpon siang tadi.

Laporan wartawan @sammy_rexta

Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved