Breaking News:

Opini Forum Dosen

Masjid 99 Kubah, Antara Kepastian Hukum dan Asas Manfaat

ini memberi indikasi bahwa masyarakat lebih simpati kepada kaukus 99 Kubah dibanding dengan gubernurnya

dok.tribun
Amir Muhiddin 

Oleh
Amir Muhiddin
Anggota Forum Dosen

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Akhirnya ajakan untuk secepatnya memanfaatkan Masjid 99 Kubah disambut baik oleh masyarakat dengan memenuhi ajakan dalam bentuk undangan untuk melakukan jumatan di Masjid 99 Kubah (7/8/ 2020). Ajakan ini diprakarsai oleh sekelompok masyarakat yang menghimpn diri dalam satu kelompok yang diberi nama Kaukus 99 Kubah

Meskipun dilarang oleh Gubernur Sulsel  dengan alasan masih dalam proses audit, tetap saja Kausus 99 Kubah bergerak dan diikuti oleh masyarakat, ini memberi indikasi bahwa masyarakat lebih simpati kepada Kaukus 99 Kubah dibanding dengan gubernurnya.

Jauh-jauh hari bahkan, Kaukus 99 Kubah sudah bergerak, baik secara normatif dengan mencari informasi dan landasan hukum tentang status mesjid itu, maupun secara sosiologis dengan mendatangi berbagai pihak terutama tokoh formal dan informal, lebih dari itu, bahkan sudah jauh hari telah mengajak masyarakat untuk berdonasi membantu keberlanjutan pembangunan mesjid yang kelihatan terbengkalai dan hasil donasi tersebut sudah mencapai ratusan juta rupiah.

Perlawanan
Menurut saya, Kaukus 99 Kubah adalah sebuah gerakan idealisme melawanan kebijakan Gubernur Sulsel.

Pemimpin Sulsel ini dinilai terlalu lama mengambil keputusan, padahal mesjid Kuba 99 ini sangat indah, biayanya besar dan kalau dibiarkan terus seperti itu akan lebih rusak lagi.

Masyarakat menilai mesjid ini harus dimanfaatkan secepatnya, disamping untuk memenuhi hasrat masyarakat untuk beribadah, juga merasa mubazir, bahkan diantara mereka merasa bersalah dan berdosa jika mesjid ini tidak dimanfaatkan secepatnya, itu sebabnya, mengapa donatur hingga saat ini tidak berhenti mengalir dan dengan mudah masyarakat diajak untuk peduli dan melaksanakan sholat jumat kemarin.

Perlawanan yang dilakukan oleh masyarakat yang diorganisir oleh Kaukus 99 tentu harus dilihat oleh Gubernur Sulsel sebagian dari koreksi dan ke depan perlu perbaikan terutama dalam hal pengambilan keputusan, jangan terlalu lama, jangan seperti menggantung dalam ketidak pastian, dan berupaya untuk berubah, karena kalau itu terus terjadi pasti akan resisten dan boleh jadi ini akan berefek pada hal-hal yang lain, misalnya stadion Barombaong dan sebagainya. 

Azas Manfaat
Masyarakat umum tau bahwa Masjid 99 Kubah ini dinilai bermasalah, oleh sebab itu perlu dilakukan audit, itu sudah benar, tapi harus ada waktunya, jangan sampai mengejar  azas kepastian dan keadilan hukum tapi lupa azas manfaatnya. Ini yang repot. Kebiasaan seperti ini harus diakhiri karena akan merusak citra penegakan hukum itu sendiri. Maksudnya mulia, tetapi jalannya keliru pada gilirannya hanya merugikan masyarakat. 

Namun demikian, Kaukus 99 Kubah akan bergerak terus, dan karena perjuangannya mesjid dan berhubungan dengan kepentingan ummat, demikian juga issunya agama dan sensitif, kalau ini tidak diantisipasi secepatnya boleh jadi akan menjadi embrio lahirnya kebencian, dan rasa antipati masyarakat kepada gubernur.

Karena itulah secepatnya harus mengambil sikap yang bijak dan simpati, jangan mengambil bentuk yang arogan,misalnya melarang kegiatan itu atau melakukan gerakan refresif kepada mereka. Sekali mereka dikerasi, pasti masyarakat akan bergerak dan melakukan perlawanan.

Menurut saya bijak rasanya kalau permohonan Kaukus 99 Kubah untuk melakukan dialog dan mencari jalan keluar dikabulkan, mumpun mereka mau berdialog, maka terima saja sebagai bagian dari upaya damai, jangan mencari kesalahan, tapi cari titik-titik temu yang bisa menemukan solusi. Semoga.(*)

Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved