Breaking News:

Diduga Babat Hutan Lindung, Proyek Bumi Perkemahan Sinjai Disorot

Pembangunan bumi perkemahan seluas 1 hektare yang sementara berjalan itu disorot karena diduga membabat pohon dalam hutan lindung di kawasan itu.

SANOVRA JR
Keindahan alam Taman Hutan Raya (Tahura) Abdul Latief terekam kamera tim Tribun Timur Enjoy Celebes 2018 di Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Sulsel, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNSINJAI.COM - Pembangunan bumi Perkemahan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Abdul Latif di Desa Batu Belerang, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, disorot aktivis lingkungan hidup.

Pembangunan bumi Perkemahan seluas 1 hektare yang sementara berjalan itu disorot karena diduga membabat pohon dalam hutan lindung di kawasan itu.

Dampaknya, habitat anoa, hewan andemik Sulsel di hutan itu hilang.

"Kita mendesak Pemkab Sinjai menghentikan pengerjaannya dan membangun dialog yang transparan dengan segala pihak. Kita juga mendesak pihak KLHK untuk meninjau ulang izin penggunaan alat berat di sana serta memverifikasi berkas pengajuan izin pembangunannya dengan mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosialnya," ucap Koordinator Forum Pencinta Alam (FPA) Sinjai Fandi Kaluhara, Rabu (5/8/2020).

Sidang Dugaan Penjualan Lahan Tahura di Bulukumba, JPU Hadirkan 15 Saksi

3 Tersangka Penjualan Tahura di Bulukumba Ditetapkan, Satu Diantaranya Mantan Camat

VIDEO: Banyak Keluhan Kenaikan Tarif dan Instalasi Rusak, Dewan Panggil Direktur PDAM Sinjai

Kepala Seksi Pemanfataan Taman Hutan Raya DLHK Sinjai Yusuf Palulla menjelaskan, rencana pembuatan bumi Perkemahan itu tertuang dalam dokumen rencana pengelolaan jangka panjang (RPJP) Tahura Abdul Latief 2016-2025.

Hal itu diatur Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2012 tentang sarana dan prasarana dalam wisata alam Tahura.

"Rencana awal kita mulai bangun ini pada tahun 2017 namun masih terkendala dana, sehingga baru terlaksana 2018 yang dimulai dengan pembuatan tribun dan toilet," jelas Yusuf.

Pengembangan Tahura diawasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sulawesi Selatan melalui pendampingan secara langsung di lapangan.

"Tenaga dari Balai KSDA ini datang langsung ke Sinjai untuk melihat kondisi di lapangan sebelum dilakukan proses penataan, mereka memantau semua jalur yang akan dilalui alat berat dan lokasi yang akan ditata menjadi bumi perkemahan," ujar Yusuf.

26 Hari Pascabanjir Luwu Utara, 10 Korban Belum Ditemukan, 1.116 Rumah Rusak Berat

Sidang 11 Agustus, JPU Siapkan Belasan Saksi Dugaan Korupsi Jembatan Bosalia Jeneponto

Syarat Karyawan atau Pegawai Swasta Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Dapat Bantuan, Anggaran Rp 31,2 T

Bahkan untuk mendatangkan alat berat di lokasi itu, Pemkab terlebih dahulu mengajukan permohonan izin penggunaan alat berat ke Departemen

Kehutanan dalam hal ini Dirjen KSDA dengan nelampirkan data perubahan desain tapak, rencana pengembangan Tahura lengkap dengan dokumentasinya.

Kepala Bidang Pengelola Tahura Sinjai Makmur Tasbih menambahkan, area pembukaan lahan bumi Perkemahan di kawasan Tahura merupakan area semak-semak yang ditata untuk memberikan kenyamanan kepada pelajar yang nantinya akan melakukan perkemahan di kawasan tersebut.(*)

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved