PSM Makassar
Cerita Farah Annisa, Pertama Kali Masuk Stadion Mattoanging Langsung Jadi Dirigen Suporter
Yah, Farah adalah dirigen suporter The Maczman, yang saat beraksi biasanya berada di atas pagar tribun terbuka bagian timur.
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bagi Anda suporter PSM, khususnya The Maczman yang sering datang langsung ke Stadion Mattoanging menyaksikan PSM bertanding, pasti tak asing dengan wajah Farah Annisa.
Yah, Farah adalah dirigen suporter The Maczman, yang saat beraksi biasanya berada di atas pagar tribun terbuka bagian timur.
Meski seorang perempuan, kemampuan dan aksi Farah sebagai seorang dirigen sudah diakui para suporter, terkhusus The Maczman.
Ada satu cerita menarik, bagaimana Farah dapat menjadi seorang dirigen The Maczman.
Farah ditunjuk langsung menjadi dirigen saat ia pertama kali datang langsung ke stadion bersama keluarganya.
Mendapat kepercayaan, Farah langsung menerima permintaan itu, apalagi ia memang mengimpikan bisa berada di atas pagar stadion dan mengomandoi suporter.
"Ceritanya panjang, pertama karena saya lihat tak ada dirigen perempuan, pernah ada terus Berhenti. Saya berfikir, kapan yah saya bisa ke situ, mau rasakan, pasti enak berada di atas sana," kata Farah pada acara Bincang Bola Virtual Tribun Timur, Selasa (4/8/2020).
"Saya sama orangtua dan kakak, waktu itu masuk stadion dan langsung ada pak Ferli (Menteri Seni Kreasi The Maczman) meminta saya naik ke pagar," tuturnya.
Farah mengaku sangat senang kala itu, pertama kali masuk stadion langsung menjadi dirigen, apalagi disaksikan langsung keluarganya yang hadir di stadion.
"Saya sangat bangga, karena saya belum pernah ke stadion, pas muncul langsung jadi dirigen. Apalagi pas naik, di depan ada keluarga, bahagia sekali didukung langsung," paparnya.
Seluruh keluarganya memang merupakan fans setia PSM, sehingga Farah sangat didukung menjadi seorang dirigen, walau Ia seorang perempuan.
"Mama dan Bapak juga suporter, dia tahu bagaimana dunia suporter. Waktu itu saya minta izin ke mereka, dan mereka mendukung saya," ucapnya.
Menjadi dirigen untuk pertama kali, Farah mengaku masih gugup, dan tak tahu harus berbuat apa.
"Pertama ikuti saja dulu dirigen utama. Gapi lama kelamaan jadi terbiasa. Waktu pertama juga dulu sampai salah naik pagar, dan harus dibantu naik," kenangnya lagi.
Berbagai suka dan duka dirasakan Farah menjadi dirigen, dan itu semua ia lakukan demi mendukung klub kebanggaannya, PSM Makassar.
"Banyak sekali suka duka, sukanya tentu ketika para suporter kompak dan mendukung pemain, apalagi kalau PSM berhasil memenangkan pertandingan," pungkasnya. (*)
Laporan Wartawan tribun-timur.com @Fahrizal_syam