Breaking News:

Tribun Sidrap

2 Pemuda Sidrap Tulis Buku Berjudul 'Kincir Angin Membelah Bukit Pabbaresseng'

Akmal dan Rahmat Ahmad menulis buku berjudul 'Kincir Angin Membelah Bukit Pabbaresseng'.

Citizen/Rahmat
Penulis buku berjudul 'Kincir Angin Membelah Bukit Pabbaresseng', Rahmat (depan). 

TRIBUNSIDRAP.COM, WATANG PULU - Dua pemuda asal Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan Akmal dan Rahmat Ahmad menulis buku berjudul 'Kincir Angin Membelah Bukit Pabbaresseng'.

Karya tulis tersebut lahir berangkat dari pengalamannya bekerja dan membangun Sumber Daya Manusia lewat kegiatan Kampoeng Inggris di Dusun Pabbaresseng, Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap.

Aksi yang dimotori oleh Padi Menguning Study Club itu dirintis sejak dua tahun lalu.

"Ratusan siswa telah belajar disana dengan suasana life in selama seminggu diwarnai keindahan suara angin dari putaran kincir," kata penulis buku tersebut, Rahmat.

Selang beberapa lama berjalan, pandemi Covid 19 pun melanda. Kondisi itu membuatnya terdorong untuk menyusun buku yang narasinya diambil dari pengalaman dan teori ilmu pengetahuan yang dimilikinya.

"Bulan April 2020 kami mulai menulis buku ini hingga awal Juli 2020, dengan empat kali editan dari penerbit Deepublish Sleman Yogyakarta," jelasnya.

Ia menjelaskan, buku tersebut secara singkat bercerita tentang awal mula keberadaan kincir di Bukit Pabbaresseng. Diulas pula kegunaan serta pemanfaatannya.

Selain itu, tak lupa pula dijabarkan terkait kondisi masyarakat seiring adanya perusahaan yang membangun kincir tersebut.

"Kami juga membahas soal pengembangan sumber daya manusia masyarakat di sekitar kincir," jelasnya.

Lewat buku tersebut, penulis mencoba hadir berdiskusi dengan warga sekitar dan pihak pemerintah desa, kecamatan maupun Pemda Sidrap untuk memecahkan persoalan pokok masyarakat yang ada di sekitar kincir tersebut.

"Utamanya kaum anak-anak yang antusias mengikuti program Kampung Inggris yang telah digalang sebelumnya. Semoga ini bisa memantik skill dan kemampuan mereka sebagai bekal di masa depan," papar Rahmat.

Ia berharap, kehadiran buku tersebut bisa memotivasi teman-teman guru dan pemuda untuk turut berkarya lewat tulisan.

"Apalagi, keberadaan karya tulis juga jadi bagian dari pengembangan diri guru untuk naik pangkat," tuturnya.(*)

Laporan Wartawan TribunSidrap.com, @herysyahrullah

Penulis: Hery Syahrullah
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved