Breaking News:

Tribun Makassar

Pandemi Covid-19, BNI dan Kementan Beri Stimulus bagi Petani

Hal ini untuk merealisasikan upaya akselerasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani, sebagai langkah untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Sudirman
Ist
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kanwil Makassar bersama Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) juga pemerintah Provinsi dan Kabupaten, merealisasikan upaya akselerasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kanwil Makassar, melalui Kementerian Pertanian (Kementan), merealisasikan upaya akselerasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani.

Kegiatan ini juga bekerjasama dengan pemerintah Provinsi dan Kabupaten.

Hal ini untuk merealisasikan upaya akselerasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani, sebagai langkah untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi usaha masyarakat tani, dan ekosistem pendukung pertanian lainnya.

Program ini sebagai upaya membangkitkan kembali sektor pertanian di masa Pandemi Covid-19

Dalam rangkaian kunjungan kerja Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Sulawesi selatan baru-baru ini, BNI Kantor Wilayah Makassar dan segenap cabang BNI turut aktif mengawal program yang sudah dicanangkan pemerintah pusat dan daerah.

Khususnya kementerian Pertanian dengan memfasilitasi akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani pada sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan.

Pemimpin Wilayah BNI Makassar, Hadi Santoso menegaskan, BNI menyambut positif program pemerintah khususnya di Kementerian Pertanian.

Ini sebagai bagian dari pemulihan ekonomi nasional khususnya Sulawesi Selatan, dan komitmen untuk menyalurkan KUR Tani kepada para petani sesuai sektor ekonomi Unggulan pada masing-masing daerah.

Utamanya melalui pembiayaan secara clustering, menggarap value chain dari hulu ke hilir, serta pengembangan teknologi smartfarming dengan menggandeng start-up di bidang tersebut.

Lebih lanjut Hadi mengungkapkan, berdasarkan permenko Nomor 8 Tahun 2019 tentang pelaksanaan KUR, Bunga KUR Tani menjadi 6 persen dengan jangka waktu maksimal 5 tahun.

Sehingga diharapkan petani bisa memanfaatkannya sebaik mungkin untuk mendapatkan pembiayaan dengan syarat yang mudah.

"Apalagi produk hasil pertanian menjadi backbone ekonomi Sulsel, diharapkan menjadi katalisator bagi daerah lain khususnya di Kawasan Indonesia Timur, yang memiliki potensi hasil sumber daya alam yang melimpah untuk terus meningkatkan kapasitas produksi pertanian," kata pria yang baru saja menahkodai BNI se-Sulsel, Sulbar, Sultra dan Maluku ini, Jumat (31/7/2020).

Lebih lanjut Hadi menyampaikan, selama kunjungan kerja menteri pertanian di Sulawesi Selatan, juga turut diserahkan kredit KUR kepada petani di Kabupaten Wajo.

Selanjutnya ke Kabupaten Luwu Utara, petani porang di Kabupaten Sidrap, petani padi, jagung dan perkebunan di Kabupaten Sinjai.

Petani porang di Kabupaten Bantaeng, petani jagung di Kabupaten Jeneponto, dan di Kabupaten Gowa untuk pertanian, perikanan dan perdagangan sektor pertanian.

BNI Wilayah Makassar mengapresiasi langkah langkah yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka peningkatan produksi petani.

Dengan memberi dukungan penuh dan menawarkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada masyarakat Tani, sebagai stimulus di tengah pandemi Covid-19 untuk membantu petani dalam pembiayaan mulai benih, traktor, pupuk maupun mesin pertanian lainnya.

Direktur Utama BNI, Herry Sidharta, mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah melalui kementerian Pertanian.

Apalagi ini dalam rangka peningkatan pemberdayaan ekonomi masyarakat tani, sekaligus menyerukan agar BNI yang ada di daerah dapat menjadi mitra bagi petani.

Memberikan pendampingan permodalan dengan menawarkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai stimulus di tengah pandemi Covid-19, untuk membantu petani dalam penyediaan benih, traktor, pupuk maupun mesin pertanian lainnya.

Sejalan dengan program Pemerintah melalui Kementerian Pertanian untuk segmen UMKM yang meliputi bidang pertanian, jasa dan lain-lain .

Lebih lanjut, Direktur Utama Herry Sidharta menuturkan, BNI memastikan, akan memberikan tambahan kredit modal kerja kepada UMKM binaan BNI yang mendapat restrukturisasi kredit, akibat adanya penyebaran Covid-19 serta dinilai masih memiliki prospek yang baik.

Sejalan dengan PMK 65/2020, debitur BNI terdampak Covid-19 juga mendapat subsidi bunga dari Pemerintah.

Dengan potensi debitur Non KUR yang akan mendapatkan subsidi bunga diperkirakan sebanyak 25.177 debitur dengan nilai subsidi bunga mencapai Rp 314 miliar.

BNI tidak hanya mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah sebagai penyalur subsidi bunga.

Namun, juga sebagai Bank Mitra, yaitu bank untuk pooling account subsidi bagi UMKM dari Bank di luar Himbara serta Lembaga Keuangan lainnya melalui fasilitas Virtual Account.

BNI terpilih menjadi Bank Mitra penyalur subsidi bunga dinilai unggul dalam layanan Virtual Account (VA), sehingga mempercepat proses pemberian subsidi bunga kepada debitur UMKM.

Kali ini dalam rangka HUT BNI ke-74, kepedulian BNI kepada UMKM serta pemulihan ekonomi nasional juga diwujudkan melalui program Kredit Bunga Murah BNI kepada UMKM, yang telah menjalankan usahanya berbasis protokol kesehatan, transaksi digital dan online marketing.

Selain dukungan terhadap program-program Pemulihan Ekonomi Nasional, di usia ke-74 Tahun, BNI terus berinovasi dalam pembiayaan kredit UMKM.

Salah satu inovasi tersebut adalah pembiayaan UMKM dengan aplikasi berbasis digital, yaitu BNI MOVE (BNI Mobile Innovation for SME Ecosystem).

Aplikasi BNI MOVE digunakan petugas kredit kecil BNI dalam melayani Mitra UMKM dalam pembiayaan usaha kecil.

"BNI MOVE diharapakan mempercepat pelayanan dan pemberian kredit UMKM, serta mendorong pemulihan ekonomi nasional secara khusus pada usaha kecil," ujar Herry Sidharta pada penjelasan via Zoom di Jakarta. (*)

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved