Breaking News:

Tribun Bulukumba

Pemdes Bontotangnga Bulukumba Diduga Gelapkan Rp 158 Juta PBB Warga, Pemuda Desa Resah

Dugaan penggelapan PBB di Pemdes Bontotangnga, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba diendus kejaksaan

TRIBUN-TIMUR.COM/FIRKI ARISANDI
Ilustrasi unjuk rasa di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba, Jl Rambutan, Kota Bulukumba, Kamis (722019). 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Dugaan penggelapan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Pemerintah Desa (Pemdes) Bontotangnga, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), diendus kejaksaan.

Hal tersebut setelah adanya salah seorang warga desa yang melakukan permohonan kredit di salah satu perbankan.

Permohonan termohon ditolak oleh pihak bank karena laporan tunggakan pajak yang terbaca pada sistem BI Cheking perbankan.

Padahal, PBB telah dilunasi saat kolektor pajak melakukan penagihan.

Pemuda Desa Bontotangga, Andi Armayudi Syam, mengaku resah dengan kelakuan oknum di pemerintah desa, akhirnya memutuskan untuk melaporkan kejarian itu ke Kejari Bulukumba.

Dari informasinya, penggelapan pajak warga diduga mulai dilakukan sejak tahun 2014 sampai 2019.

"Kami telah lakukan persuratan ke Kejaksaan beberapa pekan lalu, dan direspon oleh kejaksaan untuk dilakukan penyelidikan," kata Yudi, sapannya, Minggu (1/8/2020).

Yudi yang juga merupakan Ketua LSM Inakor Sulsel ini, mengaku siap menurunkan massa untuk melakukan aksi demonstrasi apabila laporan terkait penggelapan setoran PBB yang dilakukan oleh oknum aparat Desa Bontotangnga ini hanya jalan ditempat.

"Kalau laporan kami hanya dianggap angin lalu oleh pihak Kejaksaan, kami dari LSM Inakor siap melakukan aksi besar-besaran," pungkasnya.

Sementara, Kasi Pendataan dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Bulukumba Andi Novi yang dikonfirmasi, membenarkan hal itu.

Halaman
12
Penulis: Firki Arisandi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved