Breaking News:

Tribun Luwu Timur

Bupati Luwu Timur Imbau Masyarakat Minta Struk MPOS di Rumah Makan, Ini Tujuannya

MPOS diibaratkan seperti terminal uang dimana tempat menerima pembayaran dari pembeli kepada penjual.

Ist
Bupati Luwu Timur, Thorig Husler 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Sejumlah hotel, restoran dan rumah makan di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah dipasangi alat Mechine Point Of Sale (MPOS).

MPOS diibaratkan seperti terminal uang dimana tempat menerima pembayaran dari pembeli kepada penjual.

Pembayaran melalui sistem MPOS inilah yang menjadi indikator untuk mengukur tingkat pendapatan atau omzet.

MPOS ini kemudian berfungsi sebagai alat kontrol transaksi para wajib pungut pajak di Bumi Batara Guru oleh Pemkab Luwu Timur.

Bupati Luwu Timur, Thorig Husler menghimbau ASN dan keluarganya, perangkat desa dan masyarakat agar meminta struk saat membayar di warung makan/warkop dan hotel yang sudah dipasangi MPOS.

Imbauan tersebut juga disampaikan Bupati Luwu Timur melalui Surat Edaran Nomor :973/261/BPKD tanggal 22 Juli 2020.

Surat tersebut ditujukan kepada kepala OPD, camat se Luwu Timur, kepala desa/lurah, kepala puskesmas dan kepada kepala TK, SD hingga SMP.

Surat edaran kata Husler adalah tindaklanjut program aksi pemberantasan korupsi terintegrasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Terkait optimalisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya pajak restoran dan pajak hotel," kata Husler, Sabtu (1/8/2020).

Wajib pungut pajak yang meminta struk atau bukti pembayaran kepada pengusaha rumah makan, hotel, warkop secara otomatis omzetnya bisa diketahui.

Dengan demikian, wajib pungut pajak ini membantu pemkab mengontrol penerimaan PAD dari sektor pajak restoran dan pajak hotel.

Laporan Wartawan TribunLutim.com, vanbo19

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved