Breaking News:

Tribun SInjai

Seto-Kartini Kompak Salat Idul Adha di Masjid Islamic Center Sinjai

Salat ini dipimpin oleh Imam Ustad H. Abd Hamid DM, yang juga Ketua MUI Sinjai. Sementara khatib Pimpinan Pondok Pesantren Al Markas, Fadhlullah

Ist
Bupati Sinjai A Seto Asapa bersama masyarakat Sinjai berlebaran di Masjid Islamic Center Sinjai, Jumat (31/7/2020). 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA- Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) bersama Wakilnya Andi Kartini Ottong, melaksanakan Salat Idhul  Adha di Masjid Islamic Center, Lingkungan Tanassang, Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara Jumat (31/7/2020).

Salat ini dipimpin oleh Imam Ustad H. Abd Hamid DM, yang juga Ketua MUI Sinjai. Sementara khatib Pimpinan Pondok Pesantren Al Markas, Fadhlullah Marzuki.

Bupati Andi Seto mengatakan, pelaksanaan Idul adha atau ibadah kurban memiliki beberapa makna diantaranya, makna ketakwaan atas perintah sang khalik.

Simbol penyerahan diri kepada Allah SWT secara utuh, sekalipun pengorbanan seorang anak ataupun mengorbankan harta benda yang dimiliki sebagai bentuk ketaatan kepada tuhan, sang pencipta alam semesta.

Kemudian, makna sosial dimana Rasulullah Muhammad SAW, Nabi bermaksud mendidik umatnya untuk memiliki kepekaan, kepeduliaan dan solidaritas tinggi atau kepekaan sosial sebagai bentuk hubungan kita terhadap sesama.

Bahkan menurutnya, rasulullah melarang ummatnya mendekati ummat muslim lainnya, melarang mendekati tempat salat, jika dia memiliki kelebihan harta, namun tidak melaksanakan kurban.

"Begitu pentingnya makna dari ibadah kurban tersebut. Semoga spirit pelaksanaan ibadah kurban kita terus tumbuh dengan tebaran kebaikan, semangat saling berbagai terus menjalar dihati kita semua, sehingga dapat lebih mendekatkan diri kita disisi Allah SWT," ucap ASA.

Pada Hari Raya Idul Adha tahun ini, Bupati ASA bersama keluarga berkurban sebanyak 4 ekor sapi, tersebar di Masjid Islamic Center, Masjid Nur Balangnipa, Masjid Darussalihin Tangka dan Masjid Tua Aruhu Kecamatan Bulupoddo.

Sedang Andi Kartini Ottong kurban di kampung halamannya di Manimpahoi, Kecematan Sinjai Tengah atau sekitar 20 kilometer dari Ibukota Kabupaten Sinjai.

Selain dipusatkan di Masjid Islamic Center juga lebaran digelar di sejumlah masjid di dalam kota Sinjai termasuk di masjid-masjid pelosok Sinjai.

Pada lebaran Idulfitri lalu, Pemkab Sinjai melarang ummat muslim gelar lebaran salat Id di Masjid. Hal itu disebabkan karena penyakit corona belum terkendali.

Sedang Masjid Islamic Center baru tahun ini ditempati menyelenggarakan Salat Id setelah dibangun sejak tahun 2008 lalu. (*)

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved