Warga 6 Kecamatan di Wajo Rayakan Iduladha 1441 H di Tengah Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo mencatat, banjir masih menggenangi 6 kecamatan

TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH
Salah satu masjid di Kelurahan Laelo, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo yang masih terdampak banjir. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Sudah dua bulan lebih banjir melanda Kabupaten Wajo, Kamis (30/7/2020).

Sebagian masyarakat dipastikan merayakan Iduladha di tengah banjir meski sudah mulai surut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo mencatat, banjir masih menggenangi 6 kecamatan yang awalnya mencapai 10 kecamatan.

Ada 34 desa dan 20 kelurahan yang masih terdampak banjir di Kecamatan Tempe, Kecamatan Sabbangparu, Kecamatan Pammana, Kecamatan Tanasitolo, Kecamatan Belawa, dan Kecamatan Bola.

"Banjir sudah mulai surut, kita masih terus lakukan pemantauan dan menyalurkan bantuan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wajo, Andi Muslihin.

Dampak dari banjir akibat meluapnya Danau Tempe, yang dipicu oleh tingginya instensitas hujan serta air kiriman dari hulu, membuat setidaknya 300 kepala keluarga (kk) masih mengungsi.

"Masih ada sekitar 300 kk yang mengungsi, baik secara mandiri di rumah kerabatnya maupun di posko pengungsian," katanya.

Selain itu, BPBD Wajo juga mencatat, ada 48 masjid terdampak banjir. Dipastikan, masyarakat akan merayakan Iduladha 1441 H di tengah banjir.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved