Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kisah Risa Diteror Makhluk Dunia Lain, Ini Jalan Cerita Danur, Horor Indonesia di Trans TV Malam Ini

Cerita film dan novel Danur terinspirasi dari masa kecil Risa yang adalah seorang indigo. Risa memiliki 3 sahabat hantu yang menemaninya sejak kecil.

Tayang:
Editor: Ina Maharani
int
film Danur 2017 di Bioskop Trans TV malam ini 

TRIBUN-TIMUR.COM - Risa Saraswati dikenal sebagai wanita yang bisa melihat dunia lain.

Ia menjadi terkenal melalui akun YouTube Jurnalrisa

Salah satu film horor Indonesia yang meraih sukses adalah Danur.

Tayang di bioskop tahun 2017, Danur merupakan sebuah  film horor Indonesia  yang diangkat dari novel yang ditulis oleh Risa Saraswati di tahun 2011 lalu.

TRIBUNWIKI:Vlognya Disebut Settingan, Ini Profil Risa Saraswati Sang Jurnalrisa, Penulis Novel Danur

Baca: Foto-foto Kemesraan Young Lex dengan Eriska Nakesya Bikin Iri, Hinaan BIkin Gue Tambah Kuat

Risa Saraswati, pembuat vlog Jurnalrisa
Risa Saraswati, pembuat vlog Jurnalrisa (instagram.com)

Cerita film dan novel Danur terinspirasi dari masa kecil Risa yang adalah seorang indigo. Risa memiliki 3 sahabat hantu yang menemaninya sejak kecil.

Seperti dilansir jalanitkus.com, film Danur pernah masuk ke dalam rekor MURI sebagai film horor dengan perolehan 1 juta penonton dalam kurun waktu 6 hari saja.!

Danur memiliki arti cairan yang keluar dari mayat.

Seperti dilansir wikipedia, Danur menjadi tolak ukur baru film bergenre horor dan menjadi film horor terlaris sepanjang masa. Total, meraih jumlah penonton  2.736.391 orang denganpendapatankotor mencapai Rp. 101.237.809.000.

Bertepatan dengan Halloween, besok malam Kamis (312/12/2019) Danur: I can See a Ghost  akan tayang di Bioskop Trans TV pukul 24.00 wita

Sinopsis

Danur
Danur (int)

Risa adalah seorang gadis indigo — dia memiliki kemampuan untuk melihat makhluk gaib. Sejak kecil, Risa menjalani hidup kesepian: ayahnya bekerja di luar negeri dan hanya berkunjung enam bulan sekali, sementara ibunya, Elly, bekerja sebagai seorang guru. Ketika Risa genap usia delapan tahun, dia berharap dikaruniai teman.

Tak disangka, tiga bocah laki-laki sebayanya: Janshen, Peter, dan William hadir secara tiba-tiba.

Anehnya, hanya Risa yang dapat melihat mereka. Mereka akhirnya mengungkapkan bahwa mereka adalah hantu orang Indo yang mati saat masa pendudukan Jepang di Hindia Belanda.

Muak dengan keanehan yang dialami Risa, Elly memanggil Asep, seorang dukun yang juga memiliki indra indigo.

Dia menjelaskan bahwa Risa dapat melihat makhluk gaib karena dia dapat mencium bau danur, atau mayat.

Asep memperlihatkan wujud asli Janshen, Peter, dan William kepada Risa untuk menakutinya sehingga dia lupa akan kemampuan melihat mereka.

Sembilan tahun kemudian, Risa kembali ke rumah masa kecilnya bersama dengan Elly dan adik perempuannya, Riri.

Karena Elly akan dinas ke luar kota, Risa, Riri, dan sepupu mereka Andri ditugaskan untuk menemani nenek mereka di sana hingga pengasuhnya datang.

Ketika Riri sedang bermain, dia menemukan sebuah sisir di pohon beringin yang ditanam dekat rumah.

Pohon tersebut sebelumnya ditampilkan sebagai satu-satunya tempat yang ditakuti oleh Janshen, Peter, dan William, sehingga mereka mengingatkan Risa untuk tidak pernah ke sana.

Malamnya, seorang wanita bernama Asih datang dan menyatakan bahwa dia adalah pengasuh yang dipanggil oleh ibu Andri.

Namun, Risa merasakan ada hal yang tidak beres karena Asih langsung saja tertarik pada Riri.

Risa menyimpulkan bahwa Asih adalah hantu ketika dia menyadari bahwa Andri tidak dapat melihatnya.

Seiring berjalannya waktu, Asih memunculkan lebih banyak kejadian gaib hingga suatu malam, dia berhasil menculik Riri.

Asih kemudian menyerang nenek dan Andri hingga mereka tak sadarkan diri.

Putus asa, Risa mengabarkan Elly lewat telepon, kemudian mengenang kembali kemampuannya untuk melihat Janshen, Peter, dan William dengan memainkan sajak anak Sunda yang dulu sering dia nyanyikan bersama mereka. Mereka menuntun Risa ke alam gaib, dimana Asih telah membawa Riri.

Di saat yang bersamaan, Elly datang bersama Asep.

Dengan menyentuh sisir Asih, Asep mengetahui latar belakang Asih sebagai seorang wanita yang bunuh diri setelah membunuh bayinya yang dia lahirkan dari hubungan zina.

Arwah Asih lalu gentayangan dan menculik anak-anak untuk "mengganti" bayinya. Asep menyuruh Elly untuk menancapkan sisir Asih kembali ke pohon beringin, karena sisir tersebut melambangkan arwah Asih sendiri. Saat dia berhasil, Risa, Janshen, Peter, dan William dapat menyelamatkan Riri.

Keesokan harinya, Risa dan keluarganya sepakat untuk pindah rumah.

Namun, Risa bersikeras bahwa dia tidak akan melupakan teman-teman gaibnya lagi. Setelah mereka pergi, seorang gadis mengambil sisir Asih yang telah ditancapkan ke pohon beringin, memunculkan kemungkinan bahwa arwah Asih akan gentayangan kembali

Pemeran

Prilly Latuconsina sebagai Risa Saraswati

Sandrinna Michelle sebagai Riri

Shareefa Daanish sebagai Asih

Indra Brotolaras sebagai Andri

Kinaryosih sebagai Ely

Inggrid Widjanarko sebagai Nenek

Asha Kenyeri Bermudez sebagai Risa kecil

Gama Haritz sebagai Peter

Wesley Andrew sebagai William

Kevin Bzezovski Taroreh sebagai Janshen Boek

Fuad Idris sebagai Ujang

Aline Adita sebagai Psikolog

Tentang film:

Sutradara: Awi Suryadi

Produser: Dian Sasmita Faisal

Skenario:

Lele Laila

Ferry Lesmana

Berdasarkan: Gerbang Dialog Danur karya Risa Saraswati

Musik: Ricky Lionardi

Sinematografi: Adrian Sugiono

Penyunting: Firdauzi Trizkiyanto

Perusahaan produksi: Pichouse Films

Distributo:r MD Pictures

Durasi: 78 menit

Pendapatan kotor Rp. 101.237.809.000

Trailer:

Laporan: Ina Maharani Sri Istianingtyas

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved