Breaking News:

Belum Ada Kepastian Pupuk Bersubsidi Kembali Tersedia di Bantaeng

Para petani sudah menjerit karena membutuhkan pupuk untuk tanaman mereka yang saat ini sudah masuk masa

Chalik Mawardi/tribunlutra.com
ILUSTRASI: Polisi menahan truk bermuatan 8.000 ton pupuk urea subsidi di wilayah Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara, Rabu (26/4/2017) siang. Truk ditahan saat petani Luwu Utara mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi. 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Hingga saat ini pupuk bersubsidi masih langka di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi-selatan.

Para petani sudah menjerit karena membutuhkan pupuk untuk tanaman mereka yang saat ini sudah masuk masa pemupukan kedua.

Akan tetapi belum ada kejelasan kapan pupuk kembali tersedia. Dinas pertanian Bantaengpun  tidak bisa memastikan hal itu.

Kepala Seksi Pupuk dan Pestisida, Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng, Nur Salam, mengatakan, sampai saat ini masih menunggu alokasi dari provinsi Sulawesi-selatan (Sulsel).

"Pupuk secara alokasinya sudah habis hampir semua di Sulsel. Sampai sekarang belum ada kepastian mengenai pupuk," kata Salam saat dihubungi TribunBantaeng.com, Kamis, (30/7/2020).

Ia menjelaskan, 2 Juni lalu sudah mengajukan surat untuk penambahan kuota ke provinsi Sulsel.
Menurutnya Provinsi Sulsel juga sudah meminta penambahan ke pusat.

Kemudian, kata Salam, pusat juga sudah menindak lanjuti surat permintaan penambahan kuota pupuk.

"Kementrian juga sudah memjinta ke kementerian keuangan untuk penambahan alokasi pupuk, jadi kita tinggal menunggu alokasi dari pusat kemudian ke provinsi dan ke kabupaten," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Syahrul Yasin Limpo dalam kunjungannya Ke Bantaeng, mengatakan, pupuk bukanlah segalanya di pertanian.

Petani diharapkan bisa melakukan inovasi untuk memunculkan pupuk organik yang ramah lingkungan.

"Pupuk bukan segalanya di pertanian. Kita harapkan, petani bisa belajar dan melakukan inovasi serta paham dengan kemampuannya sendiri, sehingga mencari alternatif organik yang lebih ramah lingkungan," ujarnya.

Meski demikian, dia berharap semua Dirjen yang ikut dalam kunjungan itu bisa mengatasi masalah yang dialami petani di Bantaeng.

"Saya sudah bawa semua Dirjen ini. Jadi semua masalah harus bisa ditangani," tuturnya.

Penulis: Achmad Nasution
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved