Tribuners Memilih

Tak Punya Usungan Calon di Pilkada, Parpol di Bulukumba Dilarang Ikut Kampanye

Saat ini, para bakal calon yang berniat ikut berkontestasi sudah mulai mengejar rekomendasi partai politik (Parpol) pengusung.

Ist
Komisioner KPU Bulukumba, Syamsul 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Kontestasi Pilkada Bulukumba 2020, rencananya bakal dilaksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang.

Saat ini, para bakal calon yang berniat ikut berkontestasi sudah mulai mengejar rekomendasi partai politik (Parpol) pengusung.

Ada beberapa nama yang hingga kini masih menguat, seperti Tomy Satria Yulianto, H Askar HL, Andi Muchtar Ali Yusuf, Andi Hamzah Pangki, dan juga Jamaluddin M Syamsir.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bulukumba, Syamsul menegaskan, parpol yang tak menentukan usungan di Pilkada 2020 dilarang ikut kampanye.

Partai yang bisa ikut berkampanye adalah partai yang memberikan rekomendasi usungan kepada salah satu paslon untuk maju di Pilkada.

Antara partai pengusung dan pendukung berbeda, mengusung artinya memberikan rekomendasi kepada paslon.

"Aturannya tidak boleh ikut partai yang tak mengusung," kata Syamsul, Rabu (29/7/2020).

Di Pilkada Bulukumba, ada 12 partai yamg diperebutkan, beberapa diantaranya telah menunjukkan afiliasi untuk mengusung figur yang dijagokan.

Meski demikian, hingga saat ini masih ada beberapa partai yang belum bersikap, sebut saja Partai Berkarya yang hingga kini masih tertutup soal figur yang akan diusung.

Bahkan belum lama ini melalui Ketua DPD Berkarya Bulukumba, Andi Muttamar Mattotorang mengaku masih enjoy dengan kondisi konstelasi politik.

Dan ia mengaku tidak takut jika harus ketinggalan 'kereta'.

"Santai saja, proses masih panjang, insya Allah nanti setelah lebaran ditindaklanjuti usungan kami ke DPW lalu ke DPP," jelasnya. (TribunBulukumba.com)

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved