Breaking News:

OPINI

Menakar Urgensi Moderasi Kurikulum PAI

Program moderasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab telah dimasukkan dalam RPJMN 2020-2024.

Dok Pribadi/Adira S.Si
Adira S.Si (Praktisi pendidikan dan penggiat literasi) 

Oleh: Adira, S.Si (Praktisi pendidikan dan penggiat literasi)

Program moderasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab telah dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Kemenag juga telah menjabarkan moderasi bersama dalam Rencana Strategis (renstra) pembangunan di bidang keagamaan lima tahun mendatang (Okezone.com, 3/7/2020).

Moderasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pengurangan kekerasan. Arti lain dari moderasi adalah penghindaran keekstreman.

Jika konteks moderasi dikaitkan dengan kurikulum pendidikan agama, berarti bahwa kurikulum yang selama ini diterapkan, dianggap mengandung unsur-unsur kekerasan atau nila-nilai ekstrimisme.

Moderasi dilakukan oleh Kemenag dengan mereview 155 buku pelajaran dan memperkuat muatan pemahaman agama yang inklusif. Di Perguruan Tinggi Keagaman Islam Negeri (PTKIN), dilakukan pendirian Rumah Moderasi dan penguatan bimbingan perkawinan.

Menteri Agama juga mengungkapkan bahwa dalam buku-buku revisi itu konten radikal dan eksklusiv akan dihilangkan diganti dengan muatan toleransi. Dalam buku-buku itu juga akan dijelaskan bahwa konten tentang khilafah tak lagi relevan di Indonesia (CNN Indonesia, 2/7/2020).

Perlukah Moderasi?

Moderasi kurikulum dalam pandangan pemerintah sudah sangat mendesak, tampak jelas dari upaya perubahan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab memasuki tahun 2020/2021. Padahal persoalan bangsa yang utama adalah kerusakan generasi yang terpapar paham liberalisme atau paham kebebasan yang sudah mencapai level yang sangat mengkhawatirkan..

Pada faktanya, perilaku menyimpang remaja seperti kenakalan remaja, pemakaian obat-obat terlarang dan pergaulan bebas termasuk di dalamnya penyakitorientasi seksual seperti LGBT, bukanlah disebabkan oleh materi pembelajaran islam esklusif.

Halaman
123
Editor: Suryana Anas
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved