Breaking News:

Tribun Jeneponto

Keluarga Korban Desak Polres Jeneponto Tahan Pelaku Penganiayaan di Agangje'ne

Terduga pelaku penganiayaan di Agangje'ne, Kelurahan Empoang, Kabupaten Jeneponto, 13 Juni 2020 masih bebas berkeliaran

TRIBUN-TIMUR.COM/MUH RAKIB
Kanit PPA Polres Jeneponto, Uji Mughni 

TRIBUN-TIMUR COM, JENEPONTO - Terduga pelaku penganiayaan di Agangje'ne, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, 13 Juni 2020 masih bebas berkeliaran.

Keluarga korban, Kahar menuntut pihak kepolisian dalam hal ini penyidik yang akan melakukan penyidikan terhadap pelaku tetapi belum dilakukan penahanan terhadap pelaku padahal kejadiannya sudah lama.

"Saya mempertanyakan ke Kanit PPA, Ipda Uji Mughni dan mendesak pelaku ditahan, namun jawaban yang diterima dari polisi mengambang dan tidak ada kejelasan penanganan kasus yang dialami keluarganya sampai saat ini, ada apa?," ujar Kahar ke TribunJeneponto, Selasa (28/7/2020).

Sesuai laporan polisi, LP/B/201/VII, Res,1,6/Sulsel/Res/2020/Res Jeneponto, dijelaskan korban pelapor Rahmat Bin Sangkala melaporkan telah dianiaya dengan cara dipukul beberapa kali dengan menggunakan tangan (tinju) dan menendang korban beberapa kali.

Dalam Laporan Polisi tersebut dijenelaskan pula korban mengalami luka-luka di badannya yang cukup parah.

"Korban mengalami luka pada kepala, luka bengkak pelipis sebelah kiri, luka bengkak pada bibir, luka bengkak dibawah telinga sebelah kiri, luka bengkak pada pundak belakang sebelah kiri, dan luka lecet pada lutut sebelah kanan." ungkap Kahar.

Sementara Kanit PPA, Uji Mughni mengatakan akan memproses kasus penganiayaan tersebut.

"Proses masih lidik, nanti kalau panjang umur, maka saya akan gelar perkara pada hari ini kalau belum digelar, saya belum berani melangkah. Saya juga takuti pak, menyalahi prosedur. Otomatis tindakan saya tidak sah, dan tidak diterima di pengadilan, bahkan saya juga bisa di pra peradilankan." Kata Uji Mughni.

Padahal identitas pelaku penganiayaan telah di ketahui berdasarkan saksi mata dan saksi visun korban yang dianiaya.

Laporan Wartawan Tribun Jeneponto, Muh Rakib

Penulis: Muh Rakib
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved