Breaking News:

Kasus Pengeroyokan

Kuasa Hukum Desak Polisi Ungkap Aktor Intelektual Pengeroyokan Sekretaris Golkar Majene

Kuasa Hukum, Hari Ananda Gani mendesak Polresta Mamuju segera usut tuntas pemukulan Sekertaris DPD II Golkar Majene, Muhammad Irfan Syarif.

ist
Kuasa Hukum Hari Ananda Gani 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Kuasa Hukum, Hari Ananda Gani mendesak Polresta Mamuju segera usut tuntas pemukulan Sekertaris DPD II Golkar Majene, Muhammad Irfan Syarif yang terjadi lobi Grand Maleo Hotel Mamuju pada 19 Juli 2020.

Hari Ananda Gani berharap agar aktor intektual penganiayaan Irfan segera diseret ke meja hijau.

Menurutnya pengeroyokan tersebut adalah pidana murni yang tidak manusiawi.

"Polres Mamuju harus segera menangkap pelaku bersama aktor intelektualnya," kata Hari Ananda melalui keterangan tertulisnya, Senin (27/7/2020).

Dia juga berharap, pihak Polresta mengungkap orang yang menyuruh belasan orang melakukan penganiyaan terhadap kliennya.

"Polisi harus menggunakan segala kemampuan sumber daya intelejen serta beberapa alat bukti yang telah dikumpulkan oleh penyidik untuk mengungkap pengeroyokan," tuturnya.

"Saya yakin (polisi) bisa menemukan pelaku penganiyaan dan aktor intelektualnya," sambungnya.

Ia mengatakan Polres Mamuju harus mampu bertindak profesional dalam menangani kasus tersebut agar tak mencederai nama institusi Polri.

Dikatakan, kasus ini tidak bisa cara penanganan yang biasa saja, namun harus dilakukan dengan cara luar biasa.

Sebab, dia menduga, ada oknum pejabat yang menggerakkan pelaku melakukan penganiayaan terhadap alumni Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu.

"Kami tekankan kepada pihak Polres, peristiwa pidana ini tidak serta merta menggunakan sangkaan pasal tunggal. Karena ini dilakukan secara bersama-sama (pengeroyokan yang mengakibatkan luka berat). Maka penyidik secara hukum haruslah memakai Pasal 351 ayat (1) Jo Pasal 170 Jo Pasal 55 KUHPidana," tuturnya.

Jika pihak Polres Mamuju tidak mampu menjalankan proses hukum serta menangkap seluruh pelaku, maka kasus ini akan dia bawa ke Komisi III DPR RI.

"Kita percayakan dulu seluruhnya proses hukum ini ke pihak Polres Mamuju. Kami sangat mengharapkan Polresta Mamuju bisa melakukan penyelidikannya dan segera menetapkan tersangka dan pelaku aktor intelektualnya," pungkasnya.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved