Breaking News:

Banjir Bandang di Luwu Utara

4 Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang Luwu Utara Belum Teridentifikasi

Hal ini diungkapkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara Muslim Muchtar.

Dokumen BSMI Makassar
Tim Medis Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) di Lutra, Selasa (21/7/2020) 

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Pencarian terhadap korban hilang akibat banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, sudah dihentikan.

Operasi dihentikan setelah berjalan selama 13 hari.

Hal ini diungkapkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara Muslim Muchtar.

Muslim mengatakan, operasi pencarian korban banjir bandang dihentikan sejak Sabtu (25/7/2020).

"Sekarang tahapannya semua untuk pemulihan dan perbaikan infrastruktur yang terdampak," kata Muslim, Senin (27/7/2020).

"Tim SAR gabungan sudah ditarik dari lokasi. Tapi tetap ada tim SAR yang standby di Palopo," katanya.

Ia menuturkan, selama 13 hari operasi pencarian tim SAR gabungan menemukan 38 orang korban meninggal.

"Empat diantaranya masih menunggu hasil indentifikasi Tim DVI Bidokkes Polda Sulsel," sebut dia.

Kendati demikian, empat jenazah yang belum teridentifikasi tersebut sudah dikebumikan.

"Kita kebumikan di wilayah Masamba. Ada tandanya," kata dia.

Dalam kejadian ini, sembilan orang lainnya belum ditemukan.

Olehnya itu posko pengaduan korban belum ditemukan tetap dibuka.

"Kita siapkan beberapa petugas yang standby kalau suatu waktu ada informasi lanjutan," paparnya.

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved