Tahun Ajaran Baru
Besok Mulai Sekolah, Kadis Pendidikan Makassar: Ada 4 Alternatif Proses Belajar Mengajar
Menurut dia, ditengah pandemi ini proses belajar mengajar diaplikasikan berbeda sesuai dengan kondisi sekolah
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Dinas Pendidikan Kota Makassar mengumumkan tahun ajaran baru 2020/2021 digelar mulai Senin 27 Juli 2020.
PLT Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Amalia Malik Hambali mengatakan meski ditengah pandemi ini, dunia pendidikan tetap harus berjalan.
Hanya saja, suasananya tentu berbeda dengan hari normal seperti tahun sebelumnya.
Menurut dia, ditengah pandemi ini proses belajar mengajar diaplikasikan berbeda sesuai dengan kondisi sekolah, serta fasilitas penunjangnya.
Dua skema yanng dilakukan di belajar mengajar ditahun ajaran baru ini, dengan cara tatap muka dan tetap menggelar daring.
"Insyaallah kami dari sekolah sudah mempersiapkan model pembelajaran daring dengan melatihkan ke guru-guru. Mungkin setiap sekolah berbeda aplikasi yang digunakan tetapi tetap pada prinsip mudah diakses, dan tidak menyulitkan bagi siswa," ujar Amalia, Minggu (26/7/2020).
Ia mengungkapkan, nantinya pihak sekolah akan menawarkan kepada para orang tua pelajar apakah ingin melakukan belajar mengajar tatap muka ataupun daring.
Khusus yang tidak memiliki fasilitas daring atau smartphone, pihaknya akan mempersiapkan sejumlah alternatif.
"Jadi anak yang kesulitan karena tidak punya smartphone maka kami mempersiapkan beberapa alternatif kegiatan," kata Amalia.
Pertama, anak-anak dapat belajar bersama dengan temannya yang punya smartphone dengan melakukan deteksi dini setiap kelas anak-anak yang bertetangga disatukan kelasnya sehingga mereka dapat belajar bersama.
Kedua visit home dengan memberikan modul pembelajaran terbimbing yang akan dikerjakan oleh siswa.
Ketiga jika diizinkan bisa juga diundang ke sekolah dengan kelompok kecil misalnya maksimal 5 orang untuk belajar di sekolah.
Dan keempat, semua guru yang akan mengajar difasilitasi dari sekolah dengan menggunakan wifi sekolah sehingga bisa didapatkan keaktifan siswa di kelas maya," kata Amalia.
Amalaia menekankan semua sekolah mampu memberikan pelayanan terbaik kepada anak didiknya, sesuai dengan amanat undang-undang mengenai pendidikan.
"Insyaallah semua sekolah akan melakukan kreasi dan inovasi dengan memberikan layanan yg terbaik," katanya.
Baru-baru ini, Dinas Pendidikan Kota Makassar juga mencatat hasil evaluasinya dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 untuk tingkat SMP.
Menurut Amalia, data peserta yang mendaftar di SMP negeri berjumlah 23.408 pelajar.
Mereka mendaftar di 55 sekolah negeri (SMP) di Makassar.
Sementara pelajar yang dinyatakan lulus sebanyak 14.112 pelajar, sudah termasuk tambahan kuota didalamnya berjumlah 1.568.
Adapun pelajar yang tak tertampung yakni 9.954.
Amalia mengatakan data ini memperlihatkan bahwa cenderung warga Makassar masih memilih sekolah negeri sebagai sekolah tujuan utama.
Padahal lanjut dia, Sekolah swasta yang ada di Makassar juga memiliki kurikulum yang sama dengan yang ada di negeri.
"Sekolah itu intinya kurikulumnya. Negeri dan swasta itu sama saja," ujar Amalia.
Terkait dengan PPDB, pihak sekolah saat ini mulai mempersiapkan pembelajaran peserta didik baru ditengah pandemi Corona.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/plt-kadis-pendidikan-makassar-amalia-malik-hambali-1072020.jpg)